Beranda Health

Komunitas “Roda Pedati” dan Dinkesda Gencar Edukasi HIV/AIDS, di Purworejo Tercatat 69 Pasien Terjangkit

PURWOREJO, Pelita.co – Upaya edukasi dan pencegahan HIV/AIDS terus digencarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo bersama komunitas “Roda Pedati”, yang terdiri dari para penyintas HIV/AIDS. Komunitas ini aktif menjadi duta edukasi sekaligus pendamping bagi sesama penderita.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa HIV bisa dikendalikan. Obatnya tersedia, gratis, dan disediakan pemerintah,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Daerah (Kadinkesda)
Kabupaten Purworejo, dr. Sudarmi, saat ditemui di kantornya Rabu (14/5/2025). Ia menjelaskan, penderita HIV yang rutin minum obat antiretroviral (ARV) dapat hidup sehat seperti orang pada umumnya.

Tak hanya edukasi, komunitas Roda Pedati juga membantu logistik pengobatan. “Jika pasien kesulitan mengambil obat, anggota komunitas akan mengambilkan dan mengantarkannya langsung,” imbuhnya.

Dinkesda juga menggandeng Satpol PP untuk skrining dan sosialisasi, terutama di lingkungan rawan penularan. Sasaran utama adalah populasi kunci seperti ibu hamil dan pasangan berisiko. Pemeriksaan dilakukan dengan prinsip informed consent dan menjaga kerahasiaan pasien. “Tes HIV bisa dilakukan di puskesmas. Bila hasilnya positif, langsung mendapat pengobatan gratis,” tegas Sudarmi.

Sosialisasi juga menyasar kelompok rentan, seperti pekerja karaoke dan sektor lain yang berisiko tinggi. Dinkes mengimbau masyarakat agar tidak takut atau malu memeriksakan diri. Semua layanan bersifat rahasia dan aman.

“Hubungan seksual yang sehat dan pengobatan yang tepat bisa mencegah penularan. Bahkan pasangan sesama positif bisa mencegah penularan ke bayi. Kuncinya jangan malu. Jika merasa berisiko, segera periksa. Obat gratis dan dijamin kerahasiaannya,” tambahnya.

Selain HIV/AIDS, dr. Sudarmi juga mengungkapkan bahwa penyakit Demam Dengue (DD) masih menjadi perhatian. Sepanjang tahun lalu, kasus DD tercatat setiap mingg

Ketua Komisi IV DPRD, Susilowati

u. Pada Juli, tercatat 20 kasus per minggu, dengan wilayah pesisir sebagai daerah yang paling rentan akibat banyaknya genangan air.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Susilowati, mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2024, tercatat 69 pasien HIV/AIDS menjalani perawatan di rumah sakit, tersebar di 16 puskesmas.

“Jumlah ini cukup memprihatinkan, apalagi untuk ukuran kota kecil. Kami percaya masih banyak yang belum terdeteksi atau enggan memeriksakan diri,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam memutus rantai penularan HIV/AIDS. “Jika penderita rutin mengonsumsi obat dari rumah sakit, HIV tidak akan menular. Mereka tetap bisa hidup sehat, termasuk saat berhubungan intim dengan pasangan,” jelasnya.

Komisi IV, lanjut Susilowati, berkomitmen mencari solusi terbaik bersama dinas terkait. Ia berharap masyarakat yang telah terdeteksi namun belum menjalani perawatan segera mengakses layanan kesehatan.

“Satu-satunya cara mencegah penularan adalah minum obat secara rutin,” pungkasnya.