PURWOREJO, pelita.co – Pemerintah Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya bagi penyandang disabilitas.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, saat menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional bersama Induk Disabilitas Purworejo (IDP), Senin (22/12/2025).
Dalam sambutannya, Wabup Dion menekankan bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan jiwa yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas hidup seseorang.
“Saat ini kita tidak lagi hanya bicara soal kesehatan fisik. Kesehatan jiwa juga sangat menentukan. Secara fisik seseorang bisa terlihat sehat, namun jika mentalnya terganggu, dampaknya bisa sangat serius,” ujarnya.
Dion menyinggung sejumlah kasus bunuh diri yang terjadi di Purworejo dalam beberapa waktu terakhir sebagai pengingat pentingnya deteksi dini serta pendampingan kesehatan mental. Menurutnya, persoalan kesehatan jiwa kerap tidak terlihat secara kasat mata dan membutuhkan perhatian serta penanganan khusus.
Ia juga menekankan peran strategis organisasi disabilitas, khususnya IDP yang telah terbentuk hingga tingkat kecamatan dan desa, sebagai ruang saling menguatkan bagi para penyandang disabilitas.
“Organisasi ini jangan hanya menjadi wadah kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi ruang berbagi, tempat bertemu, dan saling menguatkan agar beban mental bisa diringankan bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dion menegaskan bahwa gangguan kesehatan mental dapat dialami oleh siapa saja, tanpa memandang jabatan maupun status sosial.
“Stres bisa dialami siapa pun, termasuk saya sebagai Wakil Bupati. Karena itu, stigma terhadap gangguan kesehatan mental harus kita hilangkan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Dion juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya salah satu tokoh IDP beberapa hari sebelumnya, serta mengapresiasi peran Yayasan Yakum yang telah lebih dari 11 tahun mendampingi penyandang disabilitas di Kabupaten Purworejo.
Sementara itu, Ketua Yayasan Yakum Yogyakarta, Brigita Angree Hapsari, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Purworejo yang dinilai konsisten mendukung program rehabilitasi dan kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Kegiatan ini didukung oleh Proyek Every Life Matters dengan sokongan dari SeeYou Foundation.
“Kami berharap model pendampingan kesehatan jiwa yang telah berjalan di Purworejo dapat terus dilanjutkan dan diperkuat oleh pemerintah daerah bersama lintas sektor,” ujar Brigita.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Guyub Rukun, Kesehatan Jiwa, Kemandirian, dan Keadilan Sosial bagi Penyandang Disabilitas di Kabupaten Purworejo”, dan dihadiri sekitar 300 peserta, yang terdiri dari Orang dengan Disabilitas Psikososial (ODDP), kader kesehatan jiwa desa, Kelompok Difabel Desa (KDD), serta berbagai organisasi penyandang disabilitas.
Brigita menjelaskan, program yang dijalankan Yayasan Yakum berfokus pada kesehatan jiwa berbasis sumber daya masyarakat dengan melibatkan pemerintah desa, organisasi perangkat daerah, dan komunitas lokal. Ia juga menyoroti tingginya angka kasus gangguan kesehatan jiwa, termasuk bunuh diri di Purworejo.
Mengacu pada data WHO, Brigita menyebutkan bahwa 1 dari 5 orang berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental, sehingga diperlukan kerja bersama lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganannya.
Dalam kesempatan yang sama, juga diluncurkan buku “Sehat Sahabat Jiwa”, hasil kolaborasi Yayasan Yakum dengan Dinas Kesehatan Purworejo dan berbagai pihak lintas sektor. Buku ini berfungsi sebagai instrumen pemantauan perkembangan kondisi medis, sosial, serta produktivitas penyandang disabilitas secara komprehensif.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas, menghapus stigma, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental di seluruh lapisan masyarakat.
Pemerintah daerah pun mengapresiasi sinergi kuat yang telah terbangun di Purworejo dan berharap model keterlibatan masyarakat ini dapat terus diperluas.
