Beranda News

Bimtek Pembelajaran Mendalam, Growth Mindset Penting Bagi Pendidik Paud Non Formal Di Kabupaten Manggarai

Bimtek Hari Kedua Di Aula Dinas PPO Kabupaten Manggarai

MANGGARAI NTT, Pelita.co- Himpunan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) kabupaten Manggarai NTT telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) bagi pendidik PAUD non Formal selama dua hari, 8 hingga 9 Mei 2026 di Aula Dinas PPO kabupaten Manggarai

Bimtek ini diikuti oleh 24 orang guru PAUD non formal utusan dari 12 kecamatan se-kabupaten Manggarai serta Alumni Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru (PG) PAUD UNIKA St. Paulus Ruteng serta pengurus cabang Himpaudi dari 12 kecamatan

Bimtek pembelajaran mendalam tersebut mengusung tema “Penguatan Kompetensi Pendidik PAUD Non Formal Kabupaten Manggarai Melalui Pembelajaran Mendalam Berbasis Kurikulum Merdeka”

Ketua HIMPAUDI kabupaten Manggarai, Yustina Iman, S.Pd juga menjadi salah satu narasumber dalam Bimtek tersebut

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka wakil ketua TP PKK kabupaten Manggarai, Apolonia Ijuk mewakili Bunda Paud Manggarai, Meldyanti Hagur pada 8 Mei 2026

Melalui Bimtek ini pendidik PAUD non formal di kabupaten Manggarai dibekali dengan pembelajaran mendalam yang relevan, humanis, dan berpusat pada kebutuhan anak usia dini itu sendiri

Berbeda dengan hari pertama yang hanya fokus pada konsep pembelajaran, Bimtek hari kedua lebih fokus pada proses pembelajaran, simulasi, presentasi, tanya jawab hingga pembahasan Rencana Tindak Lanjut (RTL)

Para peserta tampak fokus mengikuti pemaparan materi para narasumber dan kemudian melakukan simulasi serta mempresentasikan modul belajar di hadapan narasumber

Ketua HIMPAUDI, Yustina Iman dalam materinya lebih membahas tentang pola pikir yang fokus pada pola pikir bertumbuh (growth mindset)

Dalam materinya, Yustina Iman menjelaskan bahwa pola pikir bertumbuh Growth Mindset adalah keyakinan bahwa kecerdasan, bakat, dan kemampuan seseorang bukanlah sesuatu yang tetap (statis) melainkan dapat dikembangkan melalui kerja keras, strategi yang tepat, dan pembelajaran yang konsisten

Yustina mengutip pernyataan Mendikdasmen yang menyebut, kalau orang berpikir dengan growth mindset maka dia yakin masalah yang hanya sedikit itu jalan keluarnya banyak, karena itu jangan menyerah, jangan putus asa, yakinlah setiap masalah ada jalan keluarnya

Growth mindset ini penting bagi pendidik PAUD dalam menanamkan pola pikir pada diri sendiri dan peserta didik untuk dapat meningkatkan martabat guru non-formal, membentuk karakter anak

Secara sederhana, pola pikir bertumbuh adalah tentang percaya pada kekuatan kata “BELUM”. Jika kita belum bisa melakukan sesuatu, itu bukan berarti kita tidak mampu, tapi kita belum menguasainya dan sedang dalam proses menuju ke sana

Lebih lanjut Ia terangkan bahwa ada empat ciri utama pola berpikir yaitu

1. Memandang Kegagalan sebagai Pelajaran

2. Mencintai Tantangan

3. Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil

4. Terbuka terhadap Kritik

Sementara pola pikir itu sendiri terdapat beberapa jenis, di antaranya;

1. Pola Pikir Tetap (Fixed Mindset). Orang dengan pola pikir ini percaya bahwa kualitas dasar mereka, seperti kecerdasan atau bakat, adalah sifat yang sudah menetap sejak lahir dan tidak bisa diubah

Pemilik pola pikir ini biasanya menghindari tantangan karena takut gagal, mudah menyerah saat ada hambatan, menganggap usaha itu sia-sia jika tidak punya bakat, dan merasa terancam oleh kesuksesan orang lain.

2. Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset). Pola pikir ini menjadi fokus pembahasan Yustina dalam BIMTEK tersebut

Pola pikir ini kata Yustina memiliki Keyakinan bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui dedikasi, kerja keras, dan pembelajaran

Orang yang memiliki pola pikir ini melihat kegagalan sebagai kesempatan untuk belajar, fokus pada proses, dan terinspirasi oleh kesuksesan orang lain

3. Pola Pikir Terbuka (Open Mindset). Pola pikir ini berkaitan dengan kesediaan seseorang untuk mendengarkan ide-ide baru dan mempertimbangkan perspektif yang berbeda dari miliknya sendiri

4. pola pikir solutif (solution mindset). Pola pikir yang fokus pada pencarian jalan keluar daripada terus-menerus mengeluhkan masalah. Guru yang solutif tidak akan berhenti mengajar, melainkan mencari alat peraga dari bahan alam atau limbah (sesuai konsep Deep Learning)

5. pola pikir berkelimpahan. Pola pikir ini meyakini bahwa di dunia ini tersedia cukup banyak peluang, sumber daya, dan kesuksesan untuk semua orang.

Yustina menyimpulkan bahwa BIMTEK tersebut bertujuan menggeser pola pikir guru PAUD dari Tetap menjadi Bertumbuh (Percaya kita bisa hebat), dari Tertutup menjadi Terbuka (Mau belajar dari alumni/akademisi), dari Kekurangan menjadi Berkelimpahan (Mau berbagi ilmu ke rekan di kecamatan)

Dengan memadukan jenis-jenis pola pikir positif ini kata Yustin, martabat guru PAUD non-formal di Manggarai akan meningkat dengan sendirinya karena kualitas diri yang terus diperbaharui

Ia pun mengajak para guru PAUD di kabupaten Manggarai untuk terus memiliki pola pikir bertumbuh atau growth mindset

“Kita harus memiliki pola pikir bertumbuh karena ilmu tidak pernah berhenti, maka kita pun tidak boleh berhenti. Jika kita berhenti bertumbuh, kita sedang mengkhianati masa depan anak-anak yang kita bimbing.” ujar Yustin

Sintiaria Jaya, Guru PAUD Andre Margherita Ricci memberikan tanggapannya atas Bimtek tersebut

Ia mengatakan, pendekatan deep learning membuka ruang bagi guru memanfaatkan media alam dan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar kontekstual

Bimtek ini menurutnya pembelajaran mendalam atau deep learning memberikan dampak positif yang menggeser pola pikir mereka dalam memanfaatkan modul ajar dari yang biasanya memanfaatkan bahan dari toko

“Selama ini kami lebih banyak menggunakan media yang dibeli di toko seperti Lego atau kartu huruf. Tetapi pembelajaran mendalam membantu kami memanfaatkan media yang dekat dengan anak dan tersedia di lingkungan sekolah,” ungkapnya

Penggunaan media konkret menurutnya membuat anak lebih mudah mengamati, meraba, dan memahami pengalaman belajar secara langsung

Pemanfaatan bahan atau media yang ada di sekitar anak anak tambahnya jauh lebih bermakna dibanding media yang asing bagi mereka

Melalui kegiatan ini, para guru PAUD non-formal di Kabupaten Manggarai menunjukkan komitmen untuk terus bergerak meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan pendidikan anak usia dini melalui pembelajaran yang reflektif, kreatif, dan berpusat pada anak