Yuli Hastuti Nahkodai Golkar Purworejo, Siap Wujudkan Target 11 Kursi DPRD

PURWOREJO,pelita.co, – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Purworejo resmi mengukuhkan jajaran pengurus masa bakti 2025–2030 yang dipimpin Yuli Hastuti. Pengukuhan yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Pimpinan Desa (Rakorpimdes) tersebut berlangsung di Ganeca Convention Hall, Minggu (26/7/2026), dipimpin langsung Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Muhammad Saleh.

Kepengurusan baru DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo menempatkan Yuli Hastuti sebagai Ketua, Fuadi sebagai Sekretaris, dan Mohammad Syaefudin sebagai Bendahara. Acara dihadiri jajaran pengurus DPW Partai Golkar Jawa Tengah, para ketua DPC, pengurus kecamatan, pengurus desa, organisasi sayap partai, serta kader Partai Golkar dari berbagai wilayah di Kabupaten Purworejo.

Dalam sambutannya, Yuli Hastuti menegaskan bahwa pengukuhan kepengurusan bukanlah akhir dari proses organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjalankan roda organisasi selama lima tahun ke depan.

“Pengurus yang baru harus mampu mempertanggungjawabkan amanah ini. Ini bukan akhir, tetapi awal proses perjuangan lima tahun ke depan,” katanya.

Menurut Yuli, Partai Golkar harus tampil sebagai partai yang solid, modern, terbuka, responsif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat.

Ia menilai momentum pengukuhan tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten sebagai bekal menghadapi agenda politik pada Pemilu dan Pilkada 2029.

Baca Juga: 576 Peserta Meriahkan Kejurkab Esports Purworejo 2025, Bupati Dorong Lahirnya Atlet Profesional

“Masyarakat sekarang semakin kritis dan semakin cerdas. Karena itu kita harus bekerja lebih baik, lebih dekat dengan masyarakat, dan mampu menjawab kebutuhan mereka,” ujarnya.

Yuli mengungkapkan, kepengurusan baru telah menyusun sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus selama masa bakti 2025–2030.

Program pertama adalah penyelenggaraan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk merumuskan program kerja DPD yang selaras dengan kebijakan DPW Partai Golkar Jawa Tengah.

Kedua, DPD segera melaksanakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) dan Musyawarah Desa (Musdes) sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar. Menurutnya, proses tersebut harus berjalan demokratis sekaligus menjadi momentum kaderisasi yang sehat dan berkelanjutan.

Ia mengatakan, sejumlah pengurus desa yang telah lama memimpin dan memasuki usia lanjut akan digantikan kader-kader muda melalui mekanisme yang disepakati bersama agar regenerasi kepemimpinan berjalan secara baik.

Program ketiga adalah mewujudkan kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo yang representatif sebagai simbol kebesaran partai, pusat kaderisasi, sekaligus rumah aspirasi masyarakat.

Baca Juga: Golkar Purworejo Rayakan HUT ke-61, Yuli Hastuti Ajak Kader Perkuat Solidaritas dan Kerja Nyata

Selanjutnya, DPD juga mulai menyusun strategi pemenangan Pemilu Legislatif, Pilkada, dan Pemilu Presiden dengan pendekatan berbasis data, pemetaan kekuatan masyarakat, serta penguatan struktur partai hingga tingkat akar rumput.

Sebagai target politik, Yuli menegaskan Partai Golkar Purworejo menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD Kabupaten Purworejo dari delapan kursi menjadi 11 kursi pada Pemilu 2029.

Ia juga mengingatkan seluruh kader agar meninggalkan sekat-sekat kelompok di internal partai.

“Rapatkan barisan. Jangan ada kelompok-kelompok di Partai Golkar. Yang ada hanya satu Golkar. Mari kita jaga soliditas dan menjunjung tinggi doktrin karya kekaryaan Partai Golkar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Muhammad Saleh, memberikan apresiasi terhadap soliditas Partai Golkar Kabupaten Purworejo yang dinilainya mampu menjaga kekompakan organisasi.
Ia meminta kepengurusan yang baru tidak menunda penyusunan strategi politik untuk menghadapi Pemilu 2029.

“Kalau targetnya bertambah tiga kursi, mulai sekarang harus dipetakan secara rinci tambahan kursi itu akan diambil dari daerah pemilihan yang mana. Semua harus dihitung sejak awal,” katanya.

Menurut Saleh, komposisi kepengurusan yang memadukan kader senior dan generasi muda merupakan modal penting dalam memperkuat organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan hingga tingkat desa dan kecamatan. Pengurus yang telah menjabat dalam waktu lama diharapkan memberikan kesempatan kepada kader muda untuk tampil memimpin melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan.

“Partai-partai lain sudah bergerak menyiapkan generasi mudanya. Golkar juga memiliki sistem kaderisasi sendiri, salah satunya melalui Golkar Institute. Dari sinilah akan dirumuskan formula yang tepat untuk menyiapkan kader menghadapi pemilu mendatang,” ujarnya.

Saleh juga menilai Ketua DPD Partai Golkar Purworejo, Yuli Hastuti, memiliki kemampuan membaca peluang dengan cepat dalam menyinergikan program pemerintah pusat dengan program partai di daerah.

Ia mencontohkan sejumlah program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menurutnya mendapat sambutan positif dari masyarakat dan perlu dikawal pelaksanaannya oleh kader Partai Golkar di daerah.

Selain itu, ia menyinggung persoalan tingginya angka gugatan cerai di daerah kantong pekerja migran yang menurutnya perlu mendapat perhatian bersama melalui sinergi dengan kementerian terkait, termasuk kementerian yang dipimpin kader Partai Golkar.

Menutup sambutannya, Muhammad Saleh menegaskan komitmen DPD Partai Golkar Jawa Tengah untuk terus mendukung seluruh program DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo.

“Kami di DPD I akan selalu mendukung program-program DPD II Purworejo agar organisasi semakin kuat dan mampu memenangkan hati masyarakat menuju Pemilu dan Pilkada 2029,” pungkasnya.