News Wujudkan Solidaritas Mahasiswa untuk Indonesia Emas 2045, PMN Gelar Kemah Kebangsaan dan...

Wujudkan Solidaritas Mahasiswa untuk Indonesia Emas 2045, PMN Gelar Kemah Kebangsaan dan Bansos

Wujudkan Solidaritas Mahasiswa untuk Indonesia Emas 2045, PMN Gelar Kemah Kebangsaan dan Bansos

BOGOR ,Pelita.co –  Kamis, 21 Oktober 2021, Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Nasional (PMN) melaksanakan kegiatan Kemah Kebangsaan dengan Tema : “Solidaritas Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045”.

Sebelum keberangkatan Kegiatan Kemah Kebangsaan, para mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ini mengadakan bakti sosial berupa pembagian beras kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta Timur.

Menurut Koordinator Nasional PMN, Dwiki Hendra Saputra, kegiatan pembagian bantuan beras ini mengambil tema : “Mahasiswa Bakti Untuk Negeri”. Pembagian bantuan sosial ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang sedang berjuang di tengah Pandemi Covid-19.

Kegiatan Kemah Kebangsaan yang berlangsung pada tanggal 20-21 Oktober 2021 di Villa D-One, Cisarua menghadirkan narasumber Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid selaku Direktur Pencegahan BNPT dan Ibu Lady Marsella selaku Duta Satgas Toilet Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Baca juga :  Presdir PT TMMIN, Resmikan Re Lay Out Bengkel Mesin SMK N 1 Purworejo

PMN juga melaksanakan kegiatan pembagian sembako di Desa Cibeureum dan Pondok Pesantren Al-Asyifah.

Ketua Pelaksana Kemah Kebangsaan, Raka Batistuta, menyampaikan bahwa pembagian bantuan beras dan santunan ke pondok pesantren sebagai bentuk peringatan Hari Santri 2021.

“Kami dari PMN juga memperingati Hari Santri 2021 dengan membagikan bantuan beras ke santri-santri di Pondok Pesantren Al-Asyifah, Bogor”, ujar Raka disela-sela kegiatan.

Terakhir sebelum selesai acara Kemah Kebangsaan, PMN juga melaksanakan deklarasi bersama dengan seruan:  “Mari Bersama Bergerak Pulih Untuk Indonesia Tangguh dan Indonesia Maju”.