Beranda News

Wisuda Penuh Inspirasi, Pasangan Tunanetra UMPWR Raih Gelar Sarjana

PURWOREJO, pelita.co – Kisah inspiratif mewarnai Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR), Sabtu (9/5/2026). Pasangan suami istri penyandang difabel netra, Udin Prasojo dan Umi Musfiroh, berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana melalui jalur karya cipta yang diakui negara.

Keduanya merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa yang membuktikan keterbatasan penglihatan tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi.
Dalam prosesi wisuda yang digelar di Auditorium Kasman Singodimedjo UMPWR, pasangan tersebut menjadi perhatian para tamu undangan dan sesama wisudawan.

Mereka menyelesaikan studi bukan melalui skripsi konvensional, melainkan tugas akhir berbasis karya seni yang telah memperoleh Hak Cipta dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Udin Prasojo menghasilkan karya aransemen musik berjudul “Netra Rasa”, sedangkan Umi Musfiroh menciptakan lagu “Rebab Tanpa Kawat”. Kedua karya tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kreativitas sekaligus kemampuan akademik mereka.

Rektor UMPWR, Teguh Wibowo, mengatakan lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut mampu menghadapi tantangan global yang penuh perubahan dan ketidakpastian.
“Gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya dalam sambutan wisuda.

Pada periode ini, UMPWR mewisuda sebanyak 211 lulusan dari program sarjana dan magister. Sebanyak 77 wisudawan di antaranya berhasil meraih predikat cumlaude.

Selain pasangan difabel netra tersebut, salah satu lulusan terbaik diraih Mahendra Nugraha dari Magister Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK sempurna 4,00.
Rektor juga menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi era disrupsi dan kompetisi global. Menurutnya, generasi muda harus memiliki kompetensi, daya tahan mental, inovasi, dan jiwa kepemimpinan.

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, menyampaikan bahwa masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap para lulusan mampu menjadi generasi terdidik yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Wisuda kali ini bukan hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang semangat, ketekunan, dan keberanian untuk berkarya tanpa batas.