Beranda News

Warga RT 5 RW 8 Baledono Hidupkan Kembali Taman Cerdas Lewat Peringatan HUT RI ke-80

PURWOREJO, pelita.co – Warga RT 5 RW 8 Kelurahan Baledono punya cara unik dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Mereka menggelar berbagai kegiatan di area Taman Cerdas Purworejo yang sudah lama terbengkalai dan tak terurus.

Acara yang berlangsung Senin (18/8/2025) itu diwarnai aneka lomba tradisional, jalan sehat, hingga senam bersama. Antusiasme warga tampak meriah, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Momen ini tak hanya jadi hiburan, tapi juga ajang mempererat persaudaraan antarwarga.

Sebelum dipakai, warga lebih dulu bergotong royong membersihkan lokasi yang berada di samping Kolam Renang Artha Tirta Purworejo tersebut. Rumput liar yang menjulang ditebas, sementara fasilitas yang rusak ditata seadanya agar bisa digunakan.

“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa merayakan HUT RI ke-80 bersama-sama. Warga sepakat memanfaatkan Taman Cerdas ini setelah mendapat izin dari pengelola. Meski banyak fasilitas rusak, berkat kekompakan semua bisa terlaksana. Harapan kami, semoga kebersamaan ini terus terjaga,” ujar Ketua RT 5, Agus Arifin.

Tak hanya untuk perayaan, warga juga berharap Taman Cerdas bisa kembali difungsikan sebagai pusat kegiatan masyarakat. Menurut warga setempat, Tri Wantoro, lahan ini seharusnya tidak dibiarkan mangkrak begitu saja.

“Sayang kalau tempat ini dibiarkan rusak. Dengan kebersamaan, warga bisa menjadikannya pusat kegiatan—mulai dari pertemuan warga, kegiatan belajar, hingga pengelolaan sampah. Kalau diperbolehkan, kami siap ikut mengelola,” ungkapnya.

Agus Arifin menambahkan, aset publik seperti Taman Cerdas perlu perhatian serius dari pemerintah. “Tempat ini dulu dibangun dengan biaya besar. Sangat disayangkan kalau akhirnya hancur tanpa fungsi. Kalau warga dilibatkan, kami siap gotong royong. Yang penting ada restu dan pendampingan dari pemerintah,” tegasnya.

Peringatan HUT RI ke-80 di RT 5 RW 8 Baledono akhirnya bukan sekadar selebrasi. Lebih dari itu, menjadi suara warga agar aset publik yang terbengkalai bisa diberdayakan kembali.

Semangat kemerdekaan, menurut warga, bukan hanya soal mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga tentang menjaga dan menghidupkan ruang bersama demi kesejahteraan masyarakat.