PURWOREJO,pelita.co, – Untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kebakaran rumah tangga, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Purworejo menggelar pelatihan pemadaman api di Perumahan KBN, Purworejo, pada Sabtu (3/5/2025) sore.
Kegiatan diikuti puluhan warga, terutama ibu-ibu anggota PKK RW dan pengurus RT, yang secara aktif mengikuti simulasi cara memadamkan api dari kompor dan penggorengan.
Dipandu oleh empat petugas Damkar, warga diajarkan langkah-langkah tepat menangani kebakaran gas di dapur. Salah satu praktik yang dilakukan adalah memadamkan api dari penggorengan yang menyala. Petugas mengarahkan peserta untuk terlebih dahulu melepas selang regulator dari tabung gas guna menghentikan aliran gas, kemudian memindahkan tabung ke tempat aman, dan menutup penggorengan dengan kain basah agar api padam tanpa memicu ledakan.
Awalnya banyak peserta, terutama ibu-ibu, merasa cemas saat harus menghadapi api secara langsung. Namun, setelah mencoba, mereka menyadari bahwa dengan langkah yang benar, api dapat dipadamkan dengan cepat dan aman.
Petugas Damkar, Galang Tri Suwarno, juga memberikan edukasi tambahan terkait penempatan tabung gas. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menaruh tabung gas di dalam lemari tertutup karena kurangnya sirkulasi udara bisa meningkatkan risiko kebakaran.
“Kalau mencium bau gas, jangan menyalakan lampu meski kondisi gelap. Lebih baik langsung buka pintu dan jendela untuk sirkulasi, lalu lepas regulator dan segera pindahkan tabung ke luar ruangan,” terangnya.
Selain simulasi kebakaran, Damkar juga membagikan nomor darurat yang bisa dihubungi warga bila terjadi kondisi darurat, termasuk evakuasi hewan seperti ular dan tawon. “Kami siap 24 jam. Bisa hubungi 0821 3633 1113, dan mohon disertakan share lokasi agar kami bisa tiba maksimal dalam 15 menit,” imbuh Galang.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga. Mereka mengaku lebih tenang dan siap menghadapi potensi kebakaran di rumah. Sosialisasi seperti ini diharapkan bisa rutin dilakukan di lingkungan lain agar lebih banyak warga yang mendapatkan edukasi langsung dari para ahli.