News Teras Kayoe Konsep Unik di Balaraja, Incaran Kaum Milenial Untuk Foto Selfie

Teras Kayoe Konsep Unik di Balaraja, Incaran Kaum Milenial Untuk Foto Selfie

Teras Kayoe Konsep Unik di Balaraja, Incaran Kaum Milenial Untuk Foto Selfie

TANGERANG, Pelita.co – Saat ini kafe atau restoran bukan hanya dijadikan tempat makan saja, tetapi juga untuk para pengunjung bersantai, mengerjakan tugas dan meeting dengan klien. Sehingga membuat para pemilik kafe ataupun restoran cepat saji berlomba-lomba menciptakan tempat senyaman mungkin untuk para pengunjung dengan menu ramah di kantong. Senin, (4/10/2021).

Salah satunya adalah Teras Kayoe, Kafe Nuansa Kekinian Kaum Milenial untuk kumpul bareng teman dan bisa foto selfie, yang terletak di Kampung Tegal Murni RT.03 RW.03 , Kelurahan Balaraja, Kecamatan Balaraja, Resto dan kafe tersebut milik seorang wirausahawan muda bernama RT Ucu (40) tahun.

Wirausahawan Muda RT.Ucu menjelaskan, Berdiri pada tanggal 20 September 2021, resto ini sudah menarik perhatian banyak pengunjung. Bukan hanya karena tempatnya strategis, namun konsep sangat menarik perhatian siapa pun yang melewati tempat ini. Karena lokasinya di jalan utama dan persis di pinggir jalan raya.

Baca juga :  Polsek Balaraja Gelar Patroli Mobile Antisipasi 3C

Belakangan ini, kopi menjadi salah satu produk minuman sangat populer. Bagaimana tidak, setiap sudut jalan hingga gang-gang kecil telah berdiri berbagai macam kafe dan warung kopi. Setiap lapak pun dipenuhi pecinta kopi.

Kopi awalnya dicap sebagai minuman orang tua, kini banyak diminati anak muda. Semua tampilan kemasan kopi pun menyesuaikan selera anak muda, mulai dari desain kedai, strategi promosi hingga merek kopi. Tak jarang, pemilik kedai menamai kopi dagangannya dengan nama unik.

Kafe ini dibangun dengan konsep Teras Kayoe, mempunyai fungsi dan dekorasi sendiri. Dan ada beberapa tempat foto yang disiapkan untuk para pengujung, sesuai dengan konsep yang diminati pengunjung untuk foto dan selfie.

“Yang menjadi tempat nongkrong outdoor para muda-mudi menghabiskan waktunya untuk sekadar bersantai, atau mengerjakan tugas, karena di kafe ini juga tersedia WiFi gratis bagi para pengunjung,” ungkapnya.

Baca juga :  Pemdes Slapajang Gelar Peletakan Batu Pertama Program Bedah Rumah

Saat ditemui Awak Media, RT.Ucu menjelaskan bahwa ia merasa sangat bahagia dengan antusiasnya para pengunjung resto dan cafenya tersebut. RT.Ucu pun menuturkan kelebihan resto miliknya dibandingkan dengan kafe lainnya.

Sedangkan harga menu yang ditawarkan pun bervariatif, berkisar antara Rp15.000 hingga Rp50.000. Cukup terjangkau untuk kalangan pelajar dan mahasiswa bukan? Apalagi untuk kaum milenial yang kekinian.

“Tempatnya nyaman dan tempat paling favorite di Outdoor-nya. Cocok untuk tempat nongkrong bareng temen-temen,” kata Suci (20) tahun, Mahasiswi salah satu pengunjung resto yang tengah asyik menikmati menu di lokasi.

“Harganya cukup worth it, lokasinya strategis dan yang paling penting nyaman. Itu aja sih, untuk menunya sendiri lebih banyak variasinya jadi setiap datang ke sini bisa coba-coba menu lainnya,” tambah Retno (23), pengunjung lainnya dari kalangan pekerja sekitar Balaraja.

RT.Ucu sendiri menuturkan menu paling menjadi Best Seller adalah Kopi Capuccino. Kopi diracik khusus oleh Barista profesional dengan menggunakan bahan dasar alami tanpa pemanis buatan, tentu membuat kopi ini menjadi salah satu minuman primadona di teras kayoe balaraja.

Baca juga :  Bawa 3 Mahasiswa Papua, Kasubbag Humas Polrestro Tangerang Kota Menghadiri Coffee Break Di Poldo Metro Jaya

Meskipun saat ini resto dan kafenya sedang menjadi incaran para pengunjung generasi milenial, RT.Ucu mengimbau untuk menjalankan protokol kesehatan kepada seluruh karyawan dan pengunjung, dan kami juga sangat mengutamakan protokol kesehatan yang sangat ketat bagi para pekerja kami dan pengunjung yang datang.

“Kita tetap patuhi protokol kesehatan, di setiap sudut kita sediakan wastafel dengan sabun cair, sebelum masuk ke teras kayoe harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tersedia handsanitizer juga, bilamama pengunjung tidak membawa masker, kami juga sudah menyiapkan masker, karena protokol kesehatan ini menjadi modal utama untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19,” katanya.