PURWOREJO,pelita.co – Dalam rangka memperingati Haul ke-103 wafatnya dr Raden Ngabehi Tjitrowardojo, RSUD dr Tjitrowardojo menggelar Haul Akbar bertajuk “Mengabdi, Mewarisi, Meneruskan”, Sabtu (12/7/2025). Acara yang diselenggarakan di Masjid Asy-Syifa RSUD dr Tjitrowardojo ini sekaligus dirangkai dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah serta kegiatan sosial berupa santunan kepada anak yatim dan duafa.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH menyampaikan apresiasi dan ajakan untuk meneladani perjuangan dr R Ng Tjitrowardojo sebagai sosok pelopor di bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan pada masa kolonial.
“Warisan keteladanan beliau adalah inspirasi bagi kita semua untuk membangun Purworejo yang sehat, cerdas, dan berdaya,” ujar Bupati.
Ia menambahkan, semangat dr Tjitrowardojo dalam memperjuangkan layanan kesehatan hendaknya menjadi penyemangat bagi seluruh insan kesehatan untuk terus mengabdi dan memberi layanan terbaik bagi masyarakat.
“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai momen memperkuat spiritualitas, menggugah kepedulian, serta mempererat persaudaraan dalam membangun Purworejo yang lebih baik,” imbuhnya.
Direktur RSUD dr Tjitrowardojo, dr Tolkha Amaruddin SpTHT MKes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa haul ini menjadi refleksi sejarah dan semangat untuk terus mengembangkan rumah sakit agar semakin profesional dan dipercaya masyarakat luas.
“Harapannya RSUD dr Tjitrowardojo semakin maju dan membawa manfaat besar bagi masyarakat, menjadikan Purworejo semakin mulyo serta guyub rukun,” ungkapnya.
Turut hadir mewakili keluarga besar dr R Ng Tjitrowardojo, Budi Pranoto menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang terus diberikan masyarakat terhadap nama besar sang kakek. Ia berharap semangat dan keteladanan dr Tjitrowardojo terus hidup dalam semangat pelayanan di rumah sakit tersebut.
“Semoga nama beliau terus menjadi inspirasi bagi civitas hospitalia RSUD dr Tjitrowardojo dalam memberikan layanan terbaik,” tuturnya.
Acara haul berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi ruang spiritual sekaligus sosial yang menguatkan tekad semua pihak untuk meneruskan perjuangan sang tokoh kesehatan Purworejo demi masyarakat yang sehat dan berdaya.