Asahan,pelita.co- Kejuaraan Catur Tingkat Provinsi resmi berakhir pada Selasa, 12 Agustus 2025 di Arena Pertandingan Sekretariat Percasi Sumut, Jalan Restu, Kota Medan. Ajang level provinsi tersebut terbilang besar dikarenakan diikuti peserta Kabupaten/Kota yang ada di provinsi Sumatera Utara.
Tentu persaingan kejuaraan Provinsi Sumatera Utara (Kejurprov Sumut) menjadi sengit bagi atlet terbaik yang datang dari banyak daerah, karena menjadi penantang serius bagi juara bertahan pada masing-masing kelompok umur mulai dari junior serta senior. Wajar, jika acara penutupan dan pembagian medali diselenggarakan oleh panitia di hari kelima, Rabu (13/8) sejak pertandingan dimulai.
Di balik riuh tepuk tangan di Aula Besar Gedung Pertandingan Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) Sumut, seorang remaja berkaos kerah putih duduk dengan tenang. Matanya tajam menatap papan catur, jemarinya bergerak mantap memindahkan bidak catur ke petak strategis. Dialah Muhammad Alfisyahri (18), pecatur junior asal Kabupaten Asahan yang berani menantang lawan-lawan senior di Kejuaraan Catur level provinsi.
Meski usianya baru 18 tahun yang biasanya masih masuk kategori junior putra, Alfi memilih ikut bertanding di kelas senior yang usia pesertanya dapat tiga kali lebih tua dari usianya. “Saya mau menguji kemampuan. Kalau kalah, ya belajar. Kalau menang, berarti memang waktunya naik level,” ucapnya sambil tersenyum lebar.
Keputusannya bukan tanpa risiko. Di kategori senior, lawan-lawannya jauh lebih berpengalaman, beberapa bahkan pernah mengikuti ajang di tingkat nasional. Namun, kejutan terjadi. Dari 7 babak pertandingan, Alfi mengantongi lima setengah poin, menempati posisi ke-3 alias memperoleh medali perunggu dan tentunya membawa harum nama kabupaten yang diwakilinya.
“Saya bangga sekali. Anak muda seperti Alfi membuktikan bahwa umur bukan batasan untuk bersaing,” kata Dedi, Sosok Ketua Cabang Olah Raga Catur, Percasi Asahan.
Kebanggaan yang sama juga saya ucapkan kepada atlet putri yang hari sebelumnya sudah menyabet 2 medali juara, yakni Ratama Purba memperoleh medali perak dan Laura Stephani Sipahutar raih medali perunggu.
“Kuduanya atlet terbaik kita dari Kabupaten Asahan, yakni dari kategori junior putri U-15 dan junior putri U-19,” ujar Dedi dengan semangat.
Dirinya berpendapat bahwa hasil tersebut bisa lebih baik lagi, kalau ada waktu lebih dari jadwal yang diberitahukan oleh panitia. “Kami mendapat info sekitar sepekan sebelum jadwal pertandingan dimulai, yaa kami upayakan semaksimal mungkin untuk mengadakan seleksi serta melakukan pelatihan terpusat yang juga didampingi oleh pelatih bersertifikasi,” jelas Ketua Percasi.
Pada kejuaraan-kejuaraan mendatang kami ingin lebih baik lagi dan melakukan berbagai persiapan dini. Tentunya kami juga butuh suport dari stakeholder, terutama pemerintah kabupaten dalam berkoordinasi serta dapat menjadi penyemangat dalam berbagai upaya penjaringan sumber daya manusia terbaik di bumi Rambate Rata Raya ini.
“Tak hanya 13 atlet, kedepan tak menutup kemungkinan kami dapat membawa berkali-kali lebih banyak dari hari ini. Tentunnya kami juga dapat mengisi kekosongangan kelompok kejuaraan yang hari ini terjadi kekosongan,” tegas Dedi.