TANGERANG,Pelita.co – Proses penerimaan siswa baru (SPMB) di SMAN 25 Kabupaten Tangerang kembali menuai sorotan. Sejumlah wali murid mengeluhkan sikap panitia yang dinilai tidak kooperatif serta dugaan permainan dalam proses seleksi siswa tahun ajaran 2025/2026.
Keluhan ini salah satunya datang dari Sahril, wali murid dari putranya yang bernama Rakhel Maulana Putra mendaftar lewat jalur mutasi. Ia menilai pihak panitia tidak profesional dan seolah menutup diri dari komunikasi. Sahril mengaku tidak pernah dihubungi pihak panitia meski sudah mencantumkan nomor telepon dalam bukti pendaftaran.
“ Tidak semua orang tua faham daftar online, Kalau memang ada kesalahan teknis saat pengajuan, seharusnya panitia segera menginformasikan supaya bisa diperbaiki. Percuma saja dicantumkan nomor HP orang tua kalau tidak pernah dihubungi,” tegas Sahril kepada awak media
Tak hanya itu, Sahril yang merupakan PNS dari Staf Trantib Kecamatan Sepatan Timur juga menaruh curiga adanya permainan dalam proses seleksi. Ia menduga ada kongkalikong oleh oknum panitia karena ada siswa dari luar Kecamatan Sepatan Timur yang justru diterima lewat jalur Domisili
“Bahkan saya lihat ada siswa dari MTS swasta yang NISN-nya beda, antara Kemenag dan Dinas Pendidikan, tapi tetap lolos. Ada apa ini?” tanyanya heran.
Lebih jauh, Sahril menyebut dugaan praktik penerimaan kolektif yang dimotori oknum berinisial “F”. Ia juga menyayangkan sikap pihak sekolah yang terkesan mempersulit saat dirinya ingin bertemu kepala sekolah. Ia baru bisa bertemu setelah menunggu empat hari.
Di tempat yang sama, wali murid lainnya, Arjuman yang juga anggota Trantib Kecamatan Sepatan Timur, ikut menyampaikan kekecewaan. Ia menyebut proses SPMB di SMAN 25 patut diduga sarat kepentingan dan tidak berpihak pada masyarakat sekitar.
“Kalau siswa dari luar kecamatan aja bisa diterima, lalu buat apa dulu masyarakat sekitar memperjuangkan pembangunan sekolah ini? Putra daerah seharusnya diutamakan,” tegasnya.
Arjuman juga menyinggung dugaan adanya gratifikasi antara oknum panitia dan pihak luar demi meloloskan siswa. Ia menilai kepala sekolah gagal mengontrol dan mengevaluasi kinerja panitia.
Sementara itu, Kepala SMAN 25 Kabupaten Tangerang, Heri Hermawan, saat dikonfirmasi di kantornya mengatakan bahwa proses SPMB berjalan sesuai prosedur dan tidak ada permainan.
“Kalau ada siswa dari luar yang lolos, itu karena hasil verifikasi nilainya memang bagus. Kami tidak pernah terima titipan. Dan kalau terbukti ada siswa masuk karena pungli, saya pastikan akan dikeluarkan,” ujarnya.
Pantauan di lokasi, SMAN 25 yang berada di Jalan Gatot Subroto, Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, tengah melakukan proses daftar ulang atau lapor diri usai pengumuman hasil seleksi.