BANYUMAS,Pelita.co – Guna untuk memasyarakatkan olahraga Woodball dan mengolahragakan Woodball kepada masyarakat, Korem 071/Wijayakusuma bekerjasama dengan Indonesia Woodball Association (IWbA) Banyumas, menggelar Sosialisasi Pelatihan Pelatih Woodball bagi para Guru Penjasorkes (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) sewilayah Kabupaten Banyumas, Senin (18/11/2019) di Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas.
Sosialisasi pelatihan pelatih woodball dibuka secara langsung oleh Kasrem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro, S.Pd., mewakili Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., dihadiri para Kasirem 071/Wk, Ketua Umum Koni Banyumas, Kriswantoro selaku narasumber dari Unes Semarang, Kadisdik Banyumas, Pembina Pengcab IWbA Banyumas beserta pengurus, dan para guru Penjasorkes SMP se-Kab Banyumas selaku peserta latihan.
Dijelaskan Danrem, IWbA berpusat di Semarang dan selaku Presiden IWbA Bapak Tandiono Jecky, mulai mengembangkan dan mensosialisasikan olahraga woodball di Indonesia dengan melakukan pembinaan atlet serta membangun lapangan woodball dimana-mana.
Danrem berharap, suatu saat olahraga woodball dapat memberi nama harum Indonesia di dunia internasional dengan prestasi-prestasi yang ditunjukkan atlet-atlet woodball Indonesia.
“Dengan pelatihan ini, semoga para peserta dapat menyerap materi yang diberikan narasumber, sehingga nantinya dapat diteruskan dengan mensosialisasikan dan melatih olahraga woodball ini kepada masyarakat maupun anak didiknya untuk menjadi seorang atlet woodball yang handal dalam memperkuat tim woodball Banyumas pada event baik regional maupun nasional”, harapnya.
Usai dilaksanakannya kegiatan sosialisasi, dilaksanakan peresmian lapangan woodball di Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja, Banyumas, oleh Kasrem 071/Wijayakusuma, Ketum Koni Banyumas, Bpk.Kriswantoro narasumber dari Unes Semarang, Kadisdik Banyumas dan Pembina Pengcab IWbA Banyumas.
Lapangan woodball Makorem 071/Wijayakusuma menggunakan lapangan upacara Makorem 071/Wijayakusuma dan lahan-lahan ruang terbuka sekitar kompleks Makorem, dengan 24 gate/gawang kecil.