MANGGARAI NTT,Pelita.co- Kepala SMPN 2 Wae Ri’i kabupaten Manggarai provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yulius Eric Pery, S.Pd mengatakan bahwa sekolahnya saat ini kekurangan ruangan kelas
Hal itu Ia sampaikan saat media ini melakukan pemantauan pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) kelas IX SMPN 2 Wae Ri’i pada Sabtu 03 Mei 2025
“Saat ini kami masih kekurangan ruangan kelas. Kami butuh 3 ruangan kelas baru” ungkap Eric saat ditanya terkait fasilitas di sekolah tersebut
Eric menjelaskan bahwa saat ini SMPN 2 Wae Ri’i hanya memiliki 12 ruangan kelas
Jumlah itu tidak sesuai dengan jumlah siswa yang seharusnya 15 rombongan belajar (rombel) atau 15 ruangan kelas
Lebih lanjut Ia terangkan bahwa selama ini pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang dipimpinnya mengalami kesulitan karena terkendala kekurangan ruangan kelas
Akibat dari kekurangan ruangan kelas tersebut terpaksa sekolah harus melaksanakan KBM dobel sif atau bergantian
Kelas 8 dan 9 KBM pagi, sedangkan kelas 7 KBM siang
Eric menyebutkan bahwa sekolah yang dipimpinnya itu termasuk salah satu sekolah si kecamatan Wae Ri’i yang jumlah muridnya cukup banyak
Sampai dengan tahun ini, jumlah murid mencapai lebih dari 470 orang
Sekolah yang berada di desa Golo Watu kecamatan Wae Ri’i itu memiliki empat (4) sekolah (SD) pendukung
Setiap tahun ajaran baru kata Eric paling kurang 130 peserta didik baru dengan estimasi lima (5) rombongan belajar
Kekuatiran akan kekurangan ruangan kelas itu semakin kuat sebab tahun ajaran baru sudah di depan mata
Apalagi dengan adanya surat edaran dari dinas pendidikan yang melarang atau meniadakan KBM dobel sif, artinya KBM hanya boleh dilaksanakan pagi hingga siang
Situasi ini membuat Eric sebagai kepala sekolah dilema. Di satu sisi niat orang untuk bersekolah sangat tinggi, di sisi lain ruangan kelas tidak mencukupi ditambah dengan adanya edaran tersebut
“Itu yang menjadi kesulitan kami di tahun ajaran baru ini, kekurangan ruang kelas. Apalagi ada surat edaran yang melarang atau meniadakan KBM sif” ungkap Eric
Eric mengaku akan mendiskusikan hal tersebut dengan kepala Dinas PPO kabupaten Manggarai agar mendapatkan kebijakan yang tepat untuk SMPN 2 Wae Ri’i sehingga anak anak tamatan dari 4 SD pendukung semua tetap mendaftar dan diterima
Sebab sangat disayangkan jika anak anak harus dari 4 SD tersebut harus bersekolah di SMP yang ada di Langke Rembong
Di samping itu Eric berharap agar pemerintah untuk memberikan bantuan ruang kelas baru yang saat ini sangat dibutuhkan di SMPN 2 Wae Ri’i
Selain kekurangan ruangan kelas, Erik juga keluhkan fasilitas mebeler dalam ruangan saat ini yang sudah rusak seperti meja dan kursi
Kekurangan fasilitas penunjang utama di satuan lembaga pendidikan seharusnya tidak boleh terjadi apalagi di sekolah negeri seperti di SMPN 4 Wae Ri’i ini yang merupakan sekolah milik pemerintah
Perhatian pemerintah akan pemenuhan kebutuhan fasilitas penunjang utama di satuan lembaga pendidikan sangat diharapkan agar siswa dan para guru merasakan keamanan dan kenyamanan saat pelaksanaan KBM
Kekurangan yang dikeluhkan di SMPN 4 Wae Ri’i ini diharapkan untuk sesegera mungkin mendapat solusi dan perhatian dari pemerintah