Beranda News

SMKN 6 Purworejo Terima Kunjungan Balasan Asian Agency Jepang

PURWOREJO, pelita.co – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) X Japan bersama Asian Agency Jepang melakukan kunjungan dan penguatan Excelence Japan Class Programme ke SMKN 6 Purworejo, Jumat (19/9/2025). Kegiatan ini merupakan kunjungan balasan setelah Kepala SMKN 6, Budiyono, melakukan kunjungan ke Jepang pada November 2024 lalu yang dimotori oleh LPK X Japan. Saat itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Presiden Direktur Asian Agency, Shinichi Nakazawa.

Kepala SMKN 6 Purworejo, Budiyono, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama antara sekolah dan Asian Agency. Nantinya, para siswa akan difasilitasi untuk magang di Jepang.
“Ini adalah kunjungan balasan dari Presiden Direktur Asian Agency untuk melihat langsung kondisi sekolah mitra, termasuk fasilitas, proses pembelajaran, dan budaya yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, selain membuka peluang magang, kunjungan ini juga menjadi motivasi bagi siswa untuk meningkatkan kualitas belajar demi masa depan yang lebih baik. Budiyono menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi para siswa, seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian.
“Tidak hanya Jepang, peluang kerja sama dengan negara lain pun terbuka sesuai kompetensi sekolah masing-masing. Hal ini juga akan membawa prestise bagi sekolah dan meningkatkan minat masyarakat bersekolah di SMK,” imbuhnya.

Dalam kunjungan yang turut didampingi Direktur LPK X Japan, Imam Mujahid Islam, Nakazawa melalui CS Department Manager, Suhendri, menyampaikan apresiasinya kepada SMKN 6. Ia mengaku merasa terhormat mendapat sambutan hangat berupa suvenir kain tradisional dan hidangan khas Purworejo, clorot.

“Perusahaan kami berkomitmen membantu generasi muda agar bisa bekerja di Jepang. Saat ini sekitar 1.000 orang telah kami fasilitasi, dan target kami naikkan menjadi 2.000 orang,” ujar Nakazawa.

Di sela kunjungan, Nakazawa juga meninjau sarana prasarana sekolah seperti laboratorium busana, otomotif, dan broadcasting, serta berinteraksi langsung dengan siswa kelas XII. Banyak di antara mereka yang menyatakan minat untuk magang maupun bekerja di Jepang.

Ia juga berpesan agar siswa tidak hanya fokus pada keterampilan akademik, tetapi juga meningkatkan kemampuan Bahasa Jepang. “Bahasa Jepang sangat penting, karena berpengaruh pada gaji maupun promosi jabatan ketika mereka bekerja di Jepang,” tegasnya.