PURWOREJO, pelita.co – Menyadari pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan, SMK Negeri 6 Purworejo menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertema “Pembelajaran Deep Learning dan Implementasinya dalam Sekolah Menengah Kejuruan”, Kamis (19/6/2025). Kegiatan ini menjadi langkah konkret sekolah dalam mempersiapkan guru-guru menghadapi tantangan revolusi industri dan transformasi digital di bidang pendidikan kejuruan.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMK N 6 Purworejo, Budiyono, M.Pd., yang menegaskan bahwa pemahaman dan penerapan konsep deep learning bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi para pendidik.
“Guru SMK dituntut mampu mengintegrasikan deep learning dalam proses pembelajaran. Ini penting untuk menjembatani antara materi pembelajaran dengan relevansi kehidupan nyata siswa dan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang,” ujar Budiyono.
Kagiatan IHT ini menghadirkan dua narasumber kompeten yakni di sesi pertama dipandu oleh Dwi Jatmoko, M.Pd., Selaku Kaprodi Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR). Ia mengupas tuntas konsep dasar deep learning dan tantangan implementasinya di sekolah kejuruan. Diskusi berlangsung interaktif, diwarnai antusiasme para peserta yang aktif bertanya.
Sesi kedua menghadirkan pakar pendidikan, Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., yang membawakan materi strategis mengenai langkah-langkah konkret penerapan deep learning di kelas. Ia memberikan berbagai pendekatan pembelajaran deeplearning berbasis teknologi yang dapat langsung diadaptasi oleh guru-guru SMK.
“Dengan pendekatan deep learning, siswa tidak hanya sekadar memahami teori, tetapi mampu menerapkannya dalam konteks nyata. Inilah esensi pembelajaran abad 21,” terang Prof. Suyitno.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para guru. Diskusi tentang praktik nyata deep learning di kelas menjadi salah satu sesi paling hidup, mencerminkan semangat guru-guru dalam beradaptasi dengan perkembangan transformasi teknologi.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, SMK N 6 Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi pendidik, sekaligus mendorong terciptanya lulusan SMK yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di era digital.
“Kami berharap, IHT ini menjadi titik awal transformasi pembelajaran di sekolah kami. Guru makin siap, siswa pun makin berdaya saing,” pungkas Budiyono.