Beranda News

Siswa Kelas IX SMPN 2 Wae Ri’i Kabupaten Manggarai NTT Mengikuti UAS

Yulius Eric Pery, S.Pd, Kepala SMPN 2 Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai NTT

MANGGARAI NTT, Pelita.co- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 kecamatan Wae Ri’i, kabupaten Manggarai provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebentar lagi akan melepas siswa kelas IX ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di SMA atau setingkatnya

Saat ini kelas IX SMPN 2 Wae Ri’i itu tengah melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) sejak Senin 28 April 2025 dan akan berlangsung selama 6 hari

Pantauan media ini di hari keempat UAS tersebut tepatnya pada Sabtu 3 Mei 2025, para siswa peserta ujian yang mengenakan seragam nasional SMP (putih, biru) itu terlihat fokus dan serius mengerjakan soal ujian

Sementara itu pengawas internal yang terdiri dari guru SMPN 2 Wae Ri’i sendiri tampak berada di tiap ruangan dan mengawasi UAS tersebut dengan ketat dan serius

Pengawas dari Dinas PPO kabupaten Manggarai dikabarkan sudah memantau pelaksanaan UAS di SMPN 2 Wae Ri’i ini pada Selasa 29 April, tepat pada hari kedua UAS tersebut

Suasana ruangan ujian tampak hening, demikian juga di area sekolah, karena siswa kelas 7 dan 8 diliburkan

Suasana itu terpantau saat media ini memasuki area sekolah dan saat memantau di beberapa ruangan pelaksanaan UAS bersama kepala sekolahnya

UAS ini sempat jeda selama dua hari karena libur peringatan hari buruh pada  Kamis 1 Mei dan hari pendidikan nasional (hardiknas) pada Jumat 2 Mei 2025

Kepala SMPN 2 kecamatan Wae Ri’i, Yulius Eric Pery, S.Pd mengatakan bahwa sejak hari pertama hingga hari keempat pelaksanaan UAS tersebut berjalan aman dan lancar, tidak ada kendala apapun

“Kami melaksanakan UAS ini mulai hari Senin tanggal 28 April 2025, sampai dengan hari ini hari keempat, pelaksanaannya tidak ada kendala, semua berjalan aman dan lancar” ungkap pria yang biasa disapa Eric ini

Eric menjelaskan bahwa ada 152 orang siswa kelas IX yang mengikuti UAS tahun 2025 ini. Mereka adalah siswa siswi yang terdaftar di Dapodik

Ada sepuluh (10) mata pelajaran ujian. Ada ujian teori dan ada ujian praktek

UAS di SMPN 2 Wae Ri’i tahun 2025 ini tambahnya masih berbasis kertas. Fasilitas seperti Pensil, bolpoin disiapkan oleh sekolah

Sekolah yang berada di desa Golo Watu kecamatan Wae Ri’i itu masih melaksanakan UAS berbasis kertas karena terkendala sarana dan prasarana

Meski begitu Eric mengaku sedang merancang agar UAS tahun berikut berbasis android

Eric mengaku bahwa bimbingan khusus siswa menghadapi UAS tersebut tidak maksimal karena banyaknya liburan seperti liburan hari raya Lebaran dan libur Paskah namun demikian satu Minggu menjelang UAS, guru bersama siswa membahas soal soal ujian sebelumnya saya

Walaupun bimbingan khusus tidak maksimal namun sebagai kepala sekolah, Eric mengaku selalu memberikan penegasan berupa arahan kepada para guru mata pelajaran khusus kelas IX untuk selalu memperhatikan dan mengejar target kurikulum

Penegasan itu sekaligus menekankan agar setiap siswa harus bisa memahami apa yang sudah diajarkan oleh guru sehingga siap menghadapi UAS

Para guru wali kelas juga selalu diingatkan untuk memperhatikan beberapa siswa yang dalam beberapa waktu belakangan jarang masuk sekolah supaya betul betul memperhatikan siswa tersebut sehingga dapat mengikuti UAS ini dengan baik

Langkah langkah yang dilakukan para guru wali kelas melalui pendekatan yang baik kemudian menjadikan siswa siswa tersebut aktif ke sekolah dan akhirnya mengikuti UAS

Eric optimis semua peserta UAS di sekolah yang dipimpinnya itu akan lulus dengan nilai yang baik

“Sejauh ini saya dengan teman teman guru merasa yakin bahkan seratus persen yakin bahwa semua anak yang ikut UAS ini lulus” ungka Eric

Optimisme itu dilihat dari semangat dan kemajuan para guru dalam mengajar, mendidik dan membimbing serta kemampuan siswa dalam mencerna dan memahami materi yang diajarkan selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Selain itu tambahnya, nilai nilai yang diperoleh siswa selama proses KBM memang dapat menggambarkan bahwa memang anak anak bisa lulus UAS. Apalagi soal UAS adalah berdasarkan materi yang diberikan atau diajarkan oleh para guru selama tiga tahun

Mengingat penentuan kelulusan adalah kewenangan sekolah maka Eric mengemukakan ada tiga (3) standar penilaian, yaitu pertama mengikuti UAS, kedua adalah nilai nilai mulai semester satu kelas 7 (tujuh) hingga semester akhir kelas 9 (sembilan) minimal baik, ketiga adalah bersikap baik

Kalau tiga kriteria ini terpenuhi maka tidak ada alasan siswa tersebut tidak lulus

Eric mengungkapkan harapannya dan juga para guru bahwa tamatan dari SMPN 2 Wae Ri’i bisa menunjukan kualitas diri di lingkungan masyarakat terutama di sekolah tingkat selanjutnya, tidak hanya kualitas akademik tetapi juga kualitas non akademik termasuk kualitas mental yang baik

Bahwa di sekolah selanjutnya tamatan SMPN 2 Wae Ri’i ini bisa lebih tampak lagi prestasi mereka

Kepada para guru Ia selalu support agar terus semangat dan lebih fokus pada tugas dan tanggungjawab

Menurutnya profesi guru bukan sekedar pilihan tetapi panggilan hidup yang harus dijalankan

“Untuk Teman teman guru tetap semangat, tetap fokus pada tugas. Guru itu bukan cuma sebuah pilihan tetapi panggilan hidup yang harus dijalankan, tugas apapun, seberat apapun” ungkapnya

Ia meminta para guru SMPN 2 Wae Ri’i itu untuk selalu semangat untuk menunjukan dedikasi dalam mendidik dan mencerdaskan anak bangsa

“Tetap semangat menunjukan dedikasi kita dalam mendidik dan mencerdaskan anak anak bangsa” ungkap pria yang menjabat kepala SMPN 2 Wae Ri’i sejak 23 April 2022 silam ini

Eric menjelaskan bahwa SMPN 2 Wae Ri’i termasuk salah satu sekolah yang jumlah siswanya cukup banyak, mencapai lebih dari 470 siswa

Sekolah ini memiliki 4 sekolah (SD) pendukung sehingga setiap tahun ajaran baru selalu mendapat paling kurang 130 peserta didik baru dengan jumlah 5 rombongan belajar (rombel)