MANGGARAI NTT, Pelita.co- Warga kabupaten Manggarai provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harus lebih waspada terhadap serangan Hewan Penular Rabies (HPR) salah satunya hewan peliharaan, anjing
Ketiga adalah Candida P. Cuwi yang merupakan anak usia 6 tahun warga kelurahan Tadong, Febrianus Jorena warga kelurahan Mbaumuku , dan Alfons A. Pesau (43) warga Kelurahan Karot
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefryn Haryanto kepada wartawan mengatakan bahwa ketiga korban tersebut diduga digigit oleh anjing yang sama
Ia mengatakan ketiganya korban tersebut telah mendapat penanganan medis
“Ketiganya sudah kami tangani. Mereka telah mendapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR) di RSUD Ruteng dan serum antirabies (SAR) di Puskesmas Kota Langke Rembong,” ungkap Jefryn.
Lebih lanjut Ia jelaskan bahwa saat menggigit korban di Mbaumuku, anjing tersebut bahkan melompat ke arah pengendara motor
Anjing tersebut masih berkeliaran di wilayah Kecamatan Langke Rembong.
Petugas Dinas Kesehatan bersama warga setempat tengah melakukan pencarian terhadap anjing tersebut untuk dieliminasi
Jefryn menyebutkan ciri ciri fisik dari anjing yang diduga terinfeksi rabies tersebut
“Ciri ciri anjing tersebut berwarna cokelat dan bertubuh kurus,” ungkapnya
Kasus gigitan anjing diduga rabies ini langsung sampai ke telinga wakil bupati Manggarai Fabianus Abu
Tidak lama setelah mendapat kabar tersebut, wakil Bupati, Fabianus Abu bersama rombongan dari Dinas Kesehatan dan Camat Langke Rembong, Gonza Gau langsung mengunjungi korban di Kelurahan Karot untuk memberikan dukungan kepada keluarga terdampak
Masyarakat diimbau agar waspada terhadap hewan peliharaan dan segera melapor jika terjadi gigitan Hewan Penular Rabies