Rutan Purworejo Peduli UMKM, Beri Bantuan Pedagang Bubur Ayam

, Pelita.co,- Tahanan ( Rutan) Negara Kelas IIB Purworejo tak mau ketinggalan untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Purworejo. Kali ini Usaha Kecil Mikro Menengah menjadi perhatian .

Seperti Dwi, pedagang bubur ayam dan lontong opor, diberi bantuan kompor gas dan perbaikan gerobak yang digunakan untuk berjualan. Beberapa kerusakan yang terdapat pada gerobak diperbaiki hingga gerobak layak untuk dipergunakan kembali.

Kepala Rutan Purworejo Mochamad Mukaffi menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Rutan Purworejo di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah.

“Kita memberi bantuan dengan melakukan perbaikan gerobak pedagang bubur ayam yang mana perbaikan ini dikerjakan oleh warga binaan ,” terang Mukaffi, Sabtu (17/4/22) Sore usai acara .

Menurut Mukaffi, Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi agar memiliki rasa kepedulian terhadap sesama terutama pada saat yang berdampak pada seluruh elemen masyarakat termasuk UMKM.

Memang kegiatan ini bernilai kecil akan tetapi kami berharap dari hal kecil tersebut dapat mengajak seluruh masyarakat untuk terus peduli terhadap sesama,” ungkapnya.

Mukaffi juga menyampaikan, selain memberi bantuan, Rutan Purworejo juga melakukan kegiatan buka bersama petugas pemasyarakatan Rutan Purworejo dan basar produk dari hasil karya warga binaan pemasyarakatan yang bertajuk One Day One Prison Produk.

“Adapun barang yang dijual seperti , yang merupakan hasil pertanian Rutan Purworejo pada Sarana Asimilasi dan Edukasi di Lugosobo, Telur Asin yang diolah sendiri oleh Rutan Purworejo dan beberapa hasil kerajinan tangan Rutan Purworejo diantaranya miniatur , kotak tisu dan juga lampu hias,” terang Mukaffi.

Dengan basar ini, Mukaffi mengajak seluruh pegawai untuk menunjukkan rasa pedulinya terhadap produk produk warga binaan pemasyarakatan Rutan Purworejo.

“Alhamdulillah, para pegawai Rutan Purworejo terlihat sangat antusias terbukti dengan ludesnya hasil karya warga binaan pemasyarakatan yang dijual pada kegiatan ini,” pungkas Mukaffi.