Beranda News

PTO UMPurworejo Jalin Kemitraan dengan SMK Muhammadiyah Petanahan, Gelar MoU dan Pelatihan Kelistrikan Otomotif

PURWOREJO, Pelita.co,–Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) Universitas Muhammadiyah Purworejo semakin mempertegas komitmennya dalam penguatan pendidikan vokasi di wilayah Jawa Tengah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMK Muhammadiyah Petanahan, Kabupaten Kebumen, Rabu (13/8/2025).

PTO UM Purworejo dan SMK Muhammadiyah Petanahan memperlihatkam MoU

Tak sekadar seremonial, kegiatan ini diperkaya dengan pelatihan kelistrikan otomotif untuk guru jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan penyerahan trainer sistem pengisian buatan mahasiswa PTO UM Purworejo. Langkah ini menjadi bentuk nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Tim Prodi PTO dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., Ketua Prodi PTO UM Purworejo, dengan didampingi para dosen seperti Widiyatmoko, M.Pd., Dr. Arif Susanto, M.Pd., dan Aci Primartadi, M.Pd.. Turut hadir pula perwakilan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Otomotif (HIMATO), yakni Danang Ari Wibowo dan Wakhid. Kedatangan tim disambut hangat oleh H. Firman Handoko, S.Si., Kepala SMK Muhammadiyah Petanahan, bersama jajaran guru.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penyerahan trainer sistem pengisian yang merupakan hasil riset mahasiswa PTO UM Purworejo. Trainer ini dirancang khusus untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan diharapkan dapat membantu guru dan siswa memahami prinsip kerja kelistrikan otomotif secara praktis.

Menurut Prof. Suyitno, keterlibatan karya mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi nilai tambah yang membedakan kemitraan ini dari kerja sama biasa.
“Trainer yang kami serahkan adalah hasil riset mahasiswa yang memang dirancang untuk pengabdian. Harapannya, guru dapat menggunakannya secara optimal untuk meningkatkan mutu pembelajaran praktik di sekolah,” ujarnya.

Trainer tersebut langsung dimanfaatkan dalam sesi pelatihan teknis yang dipandu Widiyatmoko, M.Pd. dan Dr. Arif Susanto, M.Pd.. Materi yang diberikan mencakup pemahaman prinsip kerja sistem pengisian, identifikasi komponen, prosedur pengujian, hingga analisis kerusakan dan teknik perbaikan.

Dengan pelatihan ini, para guru TKR diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi pembelajaran terbaru ke dalam praktik di bengkel sekolah, sekaligus meningkatkan kompetensi mereka di bidang kelistrikan otomotif.

Tidak hanya menyasar guru, tim PTO juga menggelar sesi soft selling yang diisi oleh Aci Primartadi, M.Pd. bersama mahasiswa HIMATO. Sesi ini diikuti oleh siswa kelas XI dan XII TKR. Peserta mendapat motivasi untuk terus mengasah keterampilan, memperluas wawasan, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja di sektor otomotif yang terus berkembang.

Kepala Sekolah H. Firman Handoko bersama Dwi Jatmoko, M.Pd. memanfaatkan momentum ini untuk berdiskusi dengan tim PTO mengenai strategi penguatan pembelajaran vokasi di tengah ketatnya persaingan antar SMK. Pembahasan meliputi inovasi pembelajaran berbasis teknologi, peningkatan kemitraan dengan industri, dan pemanfaatan fasilitas praktik untuk menciptakan lulusan yang siap kerja.

Melalui kegiatan ini, PTO UM Purworejo dan SMK Muhammadiyah Petanahan berkomitmen menjalin kemitraan yang tidak hanya berhenti pada MoU, tetapi juga diikuti program nyata seperti pelatihan berkelanjutan, pertukaran pengetahuan, dan pemanfaatan inovasi hasil riset mahasiswa. Harapannya, kerja sama ini menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam membangun kolaborasi strategis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi otomotif dan kebutuhan industri.

Dengan langkah konkret seperti ini, pendidikan vokasi di daerah diharapkan semakin siap menghasilkan tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di kancah nasional maupun global.