PURWOREJO, Pelita.co – Upaya meningkatkan literasi masyarakat terus digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) Kabupaten Purworejo. Sejalan dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati menuju Purworejo Berseri (Berdaya Saing, Sejahtera, Religius, dan Inovatif), tahun ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Pusip) Kabupaten Purworejo mengambil peran penting dalam program “Pinter Bocahe”.
Program ini menjadi langkah nyata untuk menumbuhkan budaya membaca dan memperluas akses informasi di tengah masyarakat.
Tidak hanya dari sisi fasilitas dan branding, tetapi juga dari sisi koleksi. Sebanyak 500 lebih judul buku terbaru berhasil ditambahkan, mayoritas merupakan karya bestseller dan mega bestseller yang kini tengah digemari masyarakat.
Kepala Dinas Pusip Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, SSTP., M.Si., menegaskan pentingnya literasi dalam pembangunan kualitas manusia.
“Rasio buku kita baru 1 banding 2, sementara standar nasional baru tercapai 47 persen. Artinya, masih ada kekurangan sekitar 800 ribu judul buku,” jelas Aan, Senin (8/9/2025).
Meski tantangannya tidak kecil, langkah nyata terus dilakukan. Melalui APBD 2025, Dinas Pusip mengalokasikan Rp170 juta untuk pengadaan bahan pustaka. Dari jumlah tersebut, Rp150 juta digunakan untuk buku cetak dan Rp20 juta untuk buku elektronik. Hasilnya, sebanyak 536 judul dengan total 1.651 eksemplar berhasil dibeli.
Koleksi baru tersebut sebagian besar merupakan buku-buku bestseller dan mega bestseller yang diminati pembaca. Beberapa di antaranya adalah novel-novel populer karya Tere Liye, termasuk Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati yang masuk kategori mega bestseller. Selain itu, perpustakaan juga menambah koleksi buku pengetahuan umum dan sejarah, seperti Babad Diponegoro karya Prof. Peter Carey, Sisi Lain Diponegoro, hingga buku-buku klasik yang kini dicetak ulang dan kembali populer.
“Buku-buku yang kita hadirkan adalah referensi pilihan, sehingga perpustakaan benar-benar menjadi rujukan masyarakat untuk mendapatkan bacaan terbaik,” tambah Aan.
Pembaruan perpustakaan juga diiringi dengan penguatan branding, termasuk peluncuran logo baru. Hal ini diharapkan semakin memperkuat citra perpustakaan sebagai ruang publik yang inspiratif.
Upaya tersebut terbukti membuahkan hasil. Data kunjungan menunjukkan tren positif. Pada 2018 jumlah pengunjung sebanyak 23.509 orang, naik menjadi 33.428 orang pada 2023, dan melonjak signifikan hingga 56.401 orang pada 2024.
Data Kunjungan Perpusda Purworejo
2018 : 23.509
2019 : 25.820
2020 : 8.804
2021 : 4.751
2022 : 18.677
2023 : 33.428
2024 : 56.401
Tren peningkatan juga tercermin dalam indeks literasi masyarakat Purworejo. Tingkat Gemar Membaca (TGM) 2024 tercatat 70,24 (kategori sedang). Sementara Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) naik signifikan dari 56,98 pada 2022 menjadi 78,31 pada 2024.
Perkembangan Koleksi Perpustakaan
2020 : 28.803 buku & 1.332 e-book
2021 : 28.902 buku & 1.332 e-book
2022 : 29.327 buku & 1.332 e-book
2023 : 30.031 buku & 1.332 e-book
2024 : 31.169 buku & 1.595 e-book
“Semakin banyak kunjungan, semakin tinggi pula minat baca masyarakat. Jika minat baca meningkat, kualitas SDM Purworejo otomatis akan ikut terdongkrak,” tegas Aan.
Dengan wajah baru, koleksi lebih kaya, serta fasilitas yang terus diperbarui, Perpustakaan Purworejo tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku. Lebih dari itu, perpustakaan kini diarahkan menjadi pusat pembelajaran, ruang rujukan, sekaligus sarana publik yang menginspirasi.