PURWOREJO, pelita.co – Pemerintah Kabupaten Purworejo resmi menjalin kerja sama dengan PT Mahardika Adidaya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pemanfaatan tanah milik daerah seluas 15 hektar dengan skema sewa. Penandatanganan berlangsung di Peringgitan Pendopo Kabupaten Purworejo, Rabu (03/12/2025).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemkab Purworejo dalam mengoptimalkan aset daerah (BMD) agar memiliki nilai tambah dan berkontribusi pada pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH hadir dalam kegiatan tersebut, didampingi Pj Sekretaris Daerah dr Tolkha Amaruddin SpTHT MKes, sejumlah pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan PT Mahardika Adidaya, Beni Surahman.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan lahan, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengelola aset daerah secara profesional dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
“Kerja sama ini bukan sekadar pemanfaatan lahan, tetapi wujud tanggung jawab bersama untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, transparan, dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan pentingnya investasi yang memperhatikan aspek lingkungan, membuka ruang kemitraan, dan menghadirkan dampak positif bagi ekonomi lokal.
“Pemerintah Kabupaten Purworejo akan memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel. Semoga ini menjadi langkah nyata mewujudkan Purworejo yang semakin maju dan berdaya saing,” imbuhnya.
Perwakilan PT Mahardika Adidaya, Beni Surahman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Purworejo dan menjelaskan bahwa lahan yang disewa akan dikembangkan menjadi kawasan perkebunan kelapa terpadu.
Pengembangan tersebut meliputi penanaman pohon kelapa, wisata perkebunan, hingga industri pengolahan kopra. Pihaknya juga berkomitmen melibatkan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan dan operasional.
“Pembangunan kami targetkan mulai Januari 2026, dan dalam lima bulan sudah dapat berdiri. Ke depan kami berharap pengembangan kelapa dapat diperluas bersama kelompok tani,” jelasnya.
Kerja sama ini diyakini akan memberi dampak positif bagi perekonomian Kabupaten Purworejo, baik melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, hingga bertambahnya pendapatan daerah.
Pemkab Purworejo berharap investasi ini dapat menjadi motor penggerak baru dalam pengembangan sektor pertanian dan pariwisata berbasis potensi lokal.