Beranda News

Pelepasan Siswa MTs dan MA An-Nawawi Digelar Bersama, Hadirkan Tokoh Palestina dan Luncurkan 17 Buku Ber-ISBN Karya Siswa

Pengasuh Ponpes An-Nawawi Berjan KH. Ahmad Chalwani Nawawi, didampingi Kepala MA, H. Sahlan, S.Ag., M.S.I.menyerahkan penghargaan

PURWOREJO, pelita.co — Momen bersejarah terjadi di lingkungan Yayasan An-Nawawi Berjan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, dengan digelarnya acara pelepasan siswa kelas 9 MTs dan kelas 12 MA secara bersamaan untuk pertama kalinya. Acara berlangsung meriah dan khidmat, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, wali siswa, serta tamu kehormatan dari Palestina.

Sebanyak 694 siswa resmi dilepas tahun ini, terdiri dari 331 siswa MTs dan 363 siswa MA. Ketua panitia acara, Lailatul Machsunah, S.H.I., M.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan bersama ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan antar lembaga di bawah naungan Yayasan An-Nawawi.

“Acara ini digelar bersamaan dengan kegiatan Khataman Pondok Pesantren. Karena keterbatasan waktu dan banyaknya peserta, prosesi penyematan tanda kelulusan dilakukan secara simbolis oleh kepala madrasah masing-masing,” jelas Lailatul Machsunah, Senin (16/6/2025).

Penyematan dilakukan oleh Kepala MA, H. Sahlan, S.Ag., M.S.I., dan Kepala MTs, Muhammad Taufik, S.H.I., M.Pd.Senin (16/6/2025)

Penyematan dilakukan oleh Kepala MA, H. Sahlan, S.Ag., M.S.I., dan Kepala MTs, Muhammad Taufik, S.H.I., M.Pd. Hadir dalam acara tersebut Pengasuh Ponpes An-Nawawi Berjan KH. Ahmad Chalwani Nawawi, Dandim 0708 Purworejo, Kakan Kemenag, unsur Forkopimcam Gebang, pengawas madrasah, jajaran Yayasan An-Nawawi, serta para wali siswa.

Momen spesial lainnya adalah kehadiran tokoh Palestina, Syekh Amar Al-Arafati, yang turut hadir sebagai wali siswa dari putranya, Sayyid Muhammad, siswa kelas 12 MAPK. Syekh Amar juga memimpin doa dalam acara tersebut. Sementara itu, mauidhoh hasanah disampaikan langsung oleh KH. Ahmad Chalwani Nawawi.

Dalam tausiyahnya, KH. Chalwani berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga akhlak dan menghormati guru di mana pun berada.

“Karena guru adalah kunci utama dari keberhasilan dan kemanfaatan ilmu. Jaga almamater dan manfaatkan ilmu yang telah diperoleh sebaik-baiknya,” pesan beliau.

Lailatul menambahkan, Syekh Amar telah lama tinggal di Indonesia dan saat ini menetap di Bogor. Sebelumnya, beliau merupakan imam masjid di Palestina.

Tak hanya pelepasan siswa, acara ini juga menjadi ajang peluncuran 17 buku karya siswa kelas 12 MA An-Nawawi yang telah ber-ISBN. Buku-buku tersebut ditulis berdasarkan bidang peminatan siswa, mulai dari IPA, IPS, Bahasa, hingga Program Keagamaan.

“Dari 363 siswa, mereka menulis buku bertema fisika, kimia, budaya, hingga kitab klasik. Ini merupakan bentuk nyata dari pendidikan berbasis literasi dan produktivitas,” ujar Lailatul.

Acara pelepasan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan akbar di An-Nawawi yang dilanjutkan dengan khataman santri pada malam harinya dan wisuda Madrasah Diniyah pada hari berikutnya.

“Kami berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, menjadi pribadi yang bermanfaat, dan terus menjaga akhlak serta menghormati guru. Semoga agenda seperti ini bisa terus digelar secara bersama dengan persiapan yang lebih matang dan sukses,” pungkas Lailatul.