Olahraga Dinilai Efektif Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Remaja

JAKARTA,Pelita.co – Olahraga tidak hanya bermanfaat menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjadi salah satu cara efektif membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Semakin banyak anak muda mengisi waktu dengan aktivitas positif, semakin kecil peluang mereka terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi I DPR RI Mahfudz Abdurrahman saat menjadi keynote speaker dalam Forum Diskusi Publik bertema Peran Olahraga untuk Pencegahan Narkoba yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Komisi I DPR RI secara virtual melalui Zoom, Rabu (1/7/2026).

Menurut Mahfudz, Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan bangsa, mulai dari korupsi, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba yang terus menyasar generasi muda.

Advertisement

“Narkoba merupakan ancaman besar bagi generasi muda kita. Karena itu, pencegahannya harus menjadi perhatian bersama, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat berbagai upaya preventif yang melibatkan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai olahraga memiliki peran strategis dalam membangun karakter, kedisiplinan, serta memperkuat ikatan sosial di kalangan anak muda. Tren olahraga bersama, seperti lari, bersepeda, maupun kegiatan komunitas lainnya, dinilai mampu menciptakan lingkungan pergaulan yang sehat sekaligus menjauhkan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.

“Olahraga bukan sekadar membuat tubuh sehat dan bugar, tetapi juga membangun kebersamaan, kegembiraan, dan kohesi sosial. Ketika anak-anak muda aktif dalam kegiatan positif, ruang bagi peredaran dan pengaruh narkoba akan semakin sempit,” katanya.

Baca Juga: Lewat Diskusi Publik, Komdigi dan DPR RI Ingatkan Pentingnya Pendidikan Anak

Mahfudz mengingatkan bahwa narkoba tidak pernah menjadi solusi atas persoalan hidup. Sebaliknya, penyalahgunaan narkotika hanya akan melahirkan masalah baru yang berdampak pada individu, keluarga, hingga masa depan bangsa.

Ia menegaskan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai apabila bangsa ini memiliki generasi muda yang sehat, berkarakter, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Kita ingin Indonesia menjadi bangsa yang maju dan berperadaban. Itu hanya bisa diwujudkan jika generasi mudanya memiliki kualitas, integritas, dan jauh dari narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, praktisi literasi digital Rulli Nasrullah mengungkapkan bahwa ancaman narkoba terhadap anak dan remaja semakin memprihatinkan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, jutaan masyarakat Indonesia pernah terpapar narkoba dan jumlah tersebut diyakini masih jauh lebih besar karena banyak kasus yang tidak terungkap.

Ia menyoroti perubahan modus para bandar narkoba yang kini menyasar anak-anak usia sekolah. Salah satunya dengan memanfaatkan mereka sebagai kurir melalui iming-iming hadiah, uang, hingga permainan digital tanpa menyadari barang yang dibawa merupakan narkotika.

“Anak-anak sering kali tidak mengetahui bahwa mereka sedang dimanfaatkan. Mereka diberi iming-iming uang, hadiah, atau item permainan, lalu diminta mengantarkan sebuah paket. Celah inilah yang kini mulai dimanfaatkan para pengedar narkoba,” jelas Rulli.

Baca Juga: Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Uraikan Solusi Penataan PPPK di Daerah

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting agar generasi muda mampu mengenali berbagai modus kejahatan narkotika dan tidak mudah menjadi korban.

Forum diskusi publik ini merupakan bagian dari upaya Komdigi bersama Komisi I DPR RI untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai bahaya narkoba sekaligus mendorong tumbuhnya gaya hidup sehat melalui olahraga sebagai salah satu strategi pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.(rls)

Advertisement