News MPLS SMKN 7 Kota Tangerang, Berkonsep Bakti Sosial

MPLS SMKN 7 Kota Tangerang, Berkonsep Bakti Sosial

, Pelita.co – Masa Pengenalan Lingkungan sekolah (), merupakan kegitan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan para peserta didik baru.Kegiatan MPLS lazim kita jumpai hampir di setiap sekolah, mulai dari tingkat SMP, SMA,SMKN, hingga perguruan tinggi untuk mengenalkan almamater pada peserta didik baru.

MPLS sering digunakan sebagai sarana perkenalan peserta didik terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama peserta didik baru, kakak kelas, guru, hingga karyawan lainnya di sekolah tersebut. Serta pengenalan berbagai macam kegiatan yang ada dan rutin dilaksanakan di lingkunan sekolah.

Namun dari seluruh rangkaian kegiatan pengenalan siswa baru tersebut, yang menarik dan pantas ditiru oleh sekolah lain adalah adanya kegiatan bagi-bagi beras dan mie instan.

Hal ini di lakukan di SMK Negeri 7  Kota Tangerang, Jalan Kisamaun II Koang Jaya Kecamatan Karawaci Kota Tangerang baru saja usai.

Baca juga :  Karena Pandemi Covid-19, Musrenbangnas Pun Digelar Secara Virtual

Melalui Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bernama lengkap Amelia Mawarni siswi kelas XII SMKN 7 ini mengungkapakn adanya kegiatan MPLS berkonsep bakti Sosial senin lalu.

” Kami dari OSIS dan Panitia MPLS serta para Guru pengajar di SMKN 7 lebih memilih konsep ke arah Bakti Sosial,” ujarnya saat ditemui diruang sekolah ditemani salah seorang guru pengajar, Selasa (23/07/2019).

“Kami Sengaja menerapkan kepada siswa baru agar wajib membawa Segenggam beras dan satu bungkus mie instan. Setelah terkumpul, kemudian dikemas menjadi 87 bungkus kantong plastik yang berisi 3liter beras serta 5 bungkus mie instan. Selanjutnya kami bagikan. Kepada masyarakat sekita sekolah yang membutuhkan,” terang amel selaku ketua Osis ini.

“Untuk pendataan warga yang membutuhkan, kami cukup bekerjasama dengan RT dan RW disekitar lingkungan sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan itu alhamďuliah sukses dan semoga menjadi ladang amal,” pungkasnya.