MANGGARAI NTT, Pelita.co- Tim sekretariat bersama (sekber) Sekolah Ramah Anak (SRA) kabupaten Manggarai NTT bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke sejumlah sekolah di kecamatan Langke Rembong yang sebelumnya telah mendapat Surat Keputusan (SK) bupati sebagai sekolah menuju ramah anak. Selasa 17 Juni 2024
Tim monev kali ini adalah, Yosefina Pantu, S.Kom dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) dan Flavianus Nadu, S.Pd dari Dinas Pemuda dan Olahraga (PPO) kabupaten Manggarai. Sedangkan dari WVI dikonfirmasi berhalangan
Tiga sekolah yang dimonitoring di hari pertama ini adalah TK Kemala Bhayangkari 09 Manggarai, TK Bunga Mawar dan SDI Wae Rii kelurahan Compang Carep kecamatan Langke Rembong
Sekolah tersebut adalah tiga dari 96 sekolah di kabupaten Manggarai sebagai satuan lembaga pendidikan menuju sekolah ramah anak yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Manggarai
Monitoring dan evaluasi ini dimulai sejak PKL. 08.15 WITA dengan titik start dari TK Kemala Bhayangkari 09 Manggarai, TK Bunga Mawar dan terakhir SDI Wae Rii di Mando kelurahan Compang Carep kecamatan Langke Rembong
Di TK Kemala Bhayangkari, tim Monev mewawancarai langsung kepala sekolah, Priska Benedikta Jenahat, S.Pd, Gr
Demikian juga Di TK Bunga Mawar Santa Elisabeth, tim monev mewawancarai langsung Suster Theresia Doe Deu, S.Pd sebagai kepala sekolah didampingi sejumlah guru
Sedangkan di SDI Wae Rii, kepala sekolah, Ermelinda Kurniati, S.Pd didampingi ketua komite sekolah, Mariana Sadem dae serta sejumlah guru saat diwawancarai tim monitoring
Instrumen pertanyaan semua sama di setiap sekolah yang mengandung 6 komponen pertanyaan, yaitu; komitmen tertulis/kebijakan SRA, tenaga pendidikan dan tenaga kependidikan terlatih hak anak, pelaksanaan proses pembelajaran ramah anak, komponen sarana prasaran, partisipasi anak, partisi orang tua/wali, alumni, organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha
Tim monev lalu mengajukan kuesioner untuk mengetahui secara teknis dari tiap komponen pertanyaan untuk memperdalam informasi
Pelaksanaan monev di beberapa sekolah ini terpantau dilakukan secara profesional dan obyektif
Tim meminta menunjukan dokumentasi jika memang sekolah menjawab atau mengaku telah melakukan sesuai yang ditanyakan
Kepala sekretariat bersama SRA yang juga merupakan kepala dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kabupaten Manggarai, Maria Yasinta Aso, SST mengatakan pemerintah kabupaten Manggarai memiliki komitmen yang tinggi terhadap isu perempuan dan anak
“Komitmen pemerintah daerah Manggarai ini sangat tinggi terhadap isu perempuan dan anak” ungkap Yasinta kepada media ini di kantornya pada Selasa siang (17/06)
Monev yang dilakukan kata Yasinta adalah sebagai bentuk tindak lanjut atas SK penetapan bupati Manggarai tentang sekolah menuju SRA dan juga untuk mengevaluasi sekolah mengaplikasikan ilmu yang telah mereka terima saat pelatihan tentang SRA
Yasinta mengatakan bahwa ini adalah monev pertama dan akan berlangsung selama 5 hari sejak Selasa 17 sampai dengan Sabtu 21 Juni 2025
Ia berharap sekolah bisa memenuhi indikator SRA. Kalaupun tidak, maka kuesioner yang diberikan tim monitoring itu adalah untuk merefresh apa yang sudah mereka dapat saat sosialisasi dan menjadi standar yang harus dilakukan ke depannya sebab monev ini akan dilakukan setiap tahun
Berdasarkan hasil evaluasi mandiri, kabupaten Manggarai berada di peringkat Nindya sebagai kabupaten layak anak dengan nilai 734 sementara untuk mencapai KLA maka harus mencapai nilai 901 sampai 1000
Peringkat KLA adalah Pratama, madya, Nindya, utama KLA
Kementerian PPPA telah melakukan verifikasi namun hasilnya belum diketahui
SRA ini tambahnya adalah juga untuk menambah nilai nilai itu. namun demikian Ia harapkan agar monev yang dilakukan tidak hanya sekedar mendapat nilai saja tetapi sekolah benar benar melaksanakannya
Setelah monev ini kata Yustina pihaknya akan kembali duduk bersama melihat hasilnya, indikator apa saja yang sudah dan belum dilakukan sehingga hasil monev ini menjadi dasar untuk ke depannya dilakukan intervensi hingga menjadi SRA
Yang belum terpenuhi nantinya akan diberikan bimtek agar mereka berbenah diri sesuai indikator SRA
Status dari sekolah yang telah mendapat SK Bupati adalah sekolah menuju ramah anak, karena itu mereka harus banyak melakukan pengembangan untuk memenuhi indikator SRA
Ia berharap semua sekolah di Manggarai menjadi Sekolah Ramah Anak
Sementara itu, tim monitoring yang juga merupakan kepala bidang PNF dinas PPO kabupaten Manggarai mengatakan bahwa monev tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kebijakan dan prinsip SRA telah diterapkan di satuan lembaga pendidikan di kabupaten Manggarai
Dari data SRA, ada 96 sekolah yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Manggarai, mulai dari Paud, TK, SD dan SMP
Selain itu, monev dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan dan kebutuhan dalam pelaksanaan SRA sebagai dasar perbaikan kebijakan dan intervensi program ke depannya
Kegiatan ini kata Flavianus terlaksana berkat kerja sama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) dalam rangka mendukung KLA
Monev ini juga tambahnya adalah untuk memberikan data dan informasi yang akurat bagi pemangku kepentingan tentang pencapaian dan kekurangan dalam implementasi SRA. Kemudian juga memastikan bahwa lingkungan sekolah mendukung pemenuhan hak hak anak atas pendidikan, perlindungan dan partisipasi secara optimal
Dampak positif dari monev ini tambahnya adalah perubahan performa sekolah, perbaikan pelayanan dari yang sebelumnya belum menyentuh pelayanan SRA lalu kemudian berubah menjadi pelayanan berbasis SRA setelah monev ini, ada perubahan kinerja di satuan lembaga pendidikan itu
Dari monitoring yang dilakukan kata Flavianus, sebagian besar tiga sekolah tersebut, baik TK Kemala Bhayangkari, TK Bunga Mawar Santa Elisabeth dan SDI Wae Rii rata rata sudah menerapkan standar SRA
Penilaian itu dilihat dari pelayanan pendidikan, pembelajaran, sarana prasaran dan juga situasi sekolah berstandar SRA
Kepala SDI Wae Rii, Ermelinda Kurniati, S.Pd kepada media ini mengatakan bahwa monev tersebut sangat luar biasa karena program dan kegiatan SRA yang pihaknya lakukan selama ini dipantau dan diawasi langsung oleh pemerintah daerah kabupaten Manggarai melalui dinas PPPA, PPO dan WVI
Ermelinda pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah
“Secara pribadi dan atas nama lembaga saya menyampaikan banyak terimakasih atas kepercayaan kepada sekolah kami ini ditunjuk sebagai sekolah menuju sekolah ramah anak” ungkapnya
Persiapan menuju SRA ini tambahnya saling berkaitan dengan program di sekolahnya
Setelah mengikuti pelatihan dan sosialisasi pertama tentang SRA, Ermelinda mengaku langsung melakukan kegiatan untuk target SRA. Bagaiman menciptakan satuan pendidikan atau sekolahnya menuju SRA sehingga kegiatan pembelajaran maupun kegiatan lain disesuaikan dengan apa yang menjadi standar SRA
Ermelinda mengaku berkomitmen untuk selalu bersinergi supaya mencapai target SRA