Beranda News

MA dan MTs An-Nawawi Berjan Gelar IHT: Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta dan Toleransi

PURWOREJO,pelita.co – MA dan MTs An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, menggelar In House Training (IHT) pada Minggu, (15/6/2025), di Auditorium IAI An-Nawawi Berjan, Purworejo. Kegiatan ini merupakan sesi pertama dari dua rangkaian pelatihan, yang dirancang untuk memperkuat kapasitas guru melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.

Ketua panitia, Hj. Chafidah S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa IHT tahun ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Pendidik dalam Mempersiapkan Generasi Bermindset Global melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta”. Sebanyak 131 guru dari MTs dan MA An-Nawawi mengikuti kegiatan ini.

peserta IHT foto bersama Minggu (15)6)2025).

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. H. Abdul Basit, S.Ag., M.M., Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Kementerian Agama RI. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru untuk menghadapi tantangan pendidikan global dengan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan moderasi beragama.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, R. H. Juwair, S.Ag., M.M., M.Si. (Pengembang Teknologi Pembelajaran Kanwil Kemenag Jateng), Dr. H. Uan Abdul Hanan, S.Ag., M.S.I. (PLH Penma Kankemenag Purworejo), dan KH. Ahmad Chalwani Nawawi (Pengasuh Ponpes An-Nawawi Berjan)

Menurut Chafidah, kurikulum ini merupakan inisiatif Kementerian Agama sebagai respons terhadap meningkatnya intoleransi dan radikalisme di kalangan generasi muda.

“Guru-guru kami dibekali wawasan tentang pentingnya menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan tanah air. Itulah empat pilar utama Kurikulum Berbasis Cinta,” ungkap Chafidah.

Sesi kedua IHT dijadwalkan berlangsung pada awal Juli 2025 dan akan menghadirkan pengawas madrasah dari Kemenag Kabupaten Purworejo. Acara tersebut direncanakan dibuka oleh Ustaz Uan Abdul Hanan.

IHT ini merupakan agenda rutin tahunan yang digelar menjelang tahun ajaran baru. Selain peningkatan kompetensi, pelatihan ini juga bertujuan mendorong kualitas pembelajaran di madrasah.

“Harapannya, guru-guru semakin profesional dan peserta didik bisa tumbuh menjadi generasi unggul yang mampu bersaing secara nasional maupun internasional,” tambah Chafidah.

Sebagai informasi, Kurikulum Berbasis Cinta di MA An-Nawawi telah diimplementasikan melalui berbagai program, seperti salat berjamaah, gerakan cinta lingkungan, dan kegiatan sosial lintas agama seperti pembagian sembako dan masker saat pandemi.