PURWOREJO, pelita.co – Tongkat estafet kepemimpinan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) resmi berpindah tangan. KH Achmad Chalwani Nawawi dilantik sebagai pimpinan tertinggi JATMAN untuk masa khidmah 2025–2030 dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Pondok Pesantren An-Nawawi, Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, Senin (7/7/2025).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, yang menegaskan kuatnya hubungan antara PBNU dan JATMAN sebagai badan otonom yang menaungi thariqah mu’tabarah di Indonesia.
Pengesahan formal ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan PBNU Nomor: 3504/PB.01/A.II.01.33/99/01/2025 oleh Ketua PBNU, Dr KH Ahmad Fahrur Rozi. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 2.000 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk jajaran pengurus JATMAN, ulama, pejabat, dan tokoh masyarakat.
Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto, hadir sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran ormas Islam seperti JATMAN dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya di bidang mental dan spiritual.
“JATMAN telah membuktikan kontribusinya dalam membangun nilai-nilai kebangsaan, kerukunan, dan perdamaian. Ini sangat selaras dengan strategi pertahanan negara yang berbasis pada kekuatan masyarakat sipil,” ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi juga turut hadir dan memberikan apresiasi atas dipilihnya Jawa Tengah, khususnya Purworejo, sebagai tuan rumah pelantikan nasional ini.
“JATMAN merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius, damai, dan sejahtera,” ujar Luthfi.
Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Idarah Aliyyah JATMAN. Rakernas ini menjadi forum perumusan program kerja strategis JATMAN untuk lima tahun ke depan di bawah kepemimpinan KH Achmad Chalwani Nawawi dan KH Ali Masykur Musa.
Pelantikan ini menandai babak baru pengabdian JATMAN dalam menjaga kemurnian ajaran thariqah mu’tabarah, memperkuat spiritualitas Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, serta menjawab tantangan zaman dengan pendekatan moderat dan konstruktif.
Sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), JATMAN memiliki peran sentral dalam membina, mengkoordinasikan, dan mengembangkan tarekat-tarekat mu’tabarah. JATMAN juga berperan sebagai penjaga tradisi keilmuan, spiritualitas, dan akhlak Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin KH Dzikron Abdullah, Rais Mustafadl Idarah Aliyyah JATMAN, dalam suasana penuh kekhusyukan.