Beranda News

Ketum GEMA IR, Sampaikan Rasa Belasungkawa Atas Korban Meninggal Dunia Dalam Aksi Demo

Ketua Umum Pengurus Pusat GEMA IR, Agus Setiawan,(dok ist)

JAKARTA, Pelita.co – Gerakan Mahasiswa Indonesia Raya (GEMA IR) menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas korban meninggal dalam aksi yang terjadi baru-baru ini. Kehilangan satu nyawa dalam perjuangan aspirasi rakyat merupakan luka mendalam bagi bangsa ini. Peristiwa tersebut menjadi pengingat betapa pentingnya menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pijakan utama dalam setiap dinamika demokrasi.

Ketua Umum Pengurus Pusat GEMA IR, Agus Setiawan, menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi bahan refleksi bersama. Tidak boleh ada lagi kejadian di mana rakyat yang menyampaikan aspirasi justru kehilangan nyawanya. Dalam pandangannya, langkah Polri yang menunjukkan profesionalisme dengan mengusut oknum aparat yang diduga melindas pendemo hingga menimbulkan korban jiwa patut diapresiasi.

“Proses hukum yang transparan, objektif, dan tegas terhadap oknum yang terlibat adalah jalan penting untuk menjaga marwah institusi Polri sekaligus memulihkan kepercayaan publik. Kami menilai respons Polri yang cepat dalam menindaklanjuti kasus ini merupakan langkah maju dalam penegakan hukum,” ujar Agus Setiawan.Minggu (31/08).

Lebih jauh, GEMA IR mengingatkan seluruh pihak bahwa penyampaian aspirasi adalah hak konstitusional warga negara. Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip damai dan bermartabat. Tindakan anarkis ataupun provokasi yang berujung pada kekerasan tidak akan membawa solusi, melainkan hanya memperlebar luka dan perpecahan.

Agus Setiawan menambahkan bahwa bangsa Indonesia tengah menghadapi banyak tantangan serius, baik sosial, ekonomi, maupun politik. Karena itu, menjaga persatuan dan kesatuan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda, dituntut untuk tetap menjadi teladan dalam menciptakan ruang dialog, menjaga ketenangan, serta menghindari perpecahan.

“Persatuan adalah kunci. Kita tidak boleh terjebak dalam sikap saling menyalahkan, apalagi terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang merusak. Peristiwa ini seharusnya menjadi refleksi agar aspirasi bisa terus disuarakan dengan damai, tanpa harus menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.

Sebagai organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, GEMA IR berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum yang berjalan hingga tuntas, sekaligus menjadi bagian dalam membangun iklim demokrasi yang sehat. GEMA IR percaya, dengan sinergi antara masyarakat sipil, mahasiswa, pemuda, dan aparat negara, Indonesia akan semakin kuat dalam menghadapi setiap ujian kebangsaan.(*)