Jakarta — Fakultas Kedokteran (FK) Universitas YARSI menunjukkan komitmen kemanusiaan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Utara. Selama 10 hari, mulai 14 hingga 24 Desember 2025, tim medis FK Universitas YARSI hadir langsung di lokasi bencana memberikan layanan kesehatan sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Sumatera.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Direktorat Pembelajaran dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Wakil Dekan FK Universitas YARSI, dr. Citra Fitri Agustina, menegaskan bahwa kepedulian Universitas YARSI tidak berhenti meskipun tim medis telah kembali ke Jakarta.
“Secara fisik tim medis memang sudah kembali, tetapi komitmen kemanusiaan Universitas YARSI tidak pernah surut. Bantuan untuk para penyintas tetap kami salurkan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar dr. Citra.
Ia menjelaskan, pascakegiatan layanan kesehatan langsung, FK Universitas YARSI terus menggulirkan bantuan logistik berupa obat-obatan, perlengkapan ibadah, rapid test untuk skrining beberapa penyakit, hingga Al-Qur’an yang banyak dibutuhkan oleh para pengungsi, pondok pesantren terdampak, serta masjid-masjid di wilayah bencana.
Pengiriman bantuan dilakukan melalui berbagai moda, mulai dari penitipan di kapal Palang Merah Indonesia (PMI) pada awal Januari, pengiriman via bus, hingga jalur kargo darat. Bantuan tersebut bersumber dari dana Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek Berdampak, serta donasi dosen, mahasiswa, dan alumni Universitas YARSI.
Lebih lanjut, dr. Citra menyampaikan bahwa kepedulian Universitas YARSI tidak hanya terfokus di Aceh Utara. Bantuan juga dikirimkan ke wilayah lain yang terdampak bencana, seperti Takengon, Aceh Tengah, serta Sumatera Barat.
“Untuk Takengon, kami menyalurkan bantuan logistik bagi pengungsi serta beberapa bahan habis pakai yang sangat dibutuhkan oleh RSUD Datu Beru,” jelasnya.
Melalui aksi berkelanjutan ini, FK Universitas YARSI menegaskan perannya bukan hanya sebagai institusi pendidikan kedokteran, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang hadir, peduli, dan bergerak bersama para penyintas di tengah situasi darurat bencana.