PURWOREJO, Pelita.co – Sebuah unggahan di media sosial Facebook baru-baru ini menyebutkan bahwa siswa di SMP Negeri 1 Purworejo diminta untuk membayar iuran Rp10.000 guna menjenguk guru yang akan berangkat menunaikan ibadah haji. Unggahan tersebut menimbulkan keresahan di kalangan orang tua dan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMPN 1 Purworejo, Tuwuh Sutrisno, S.Pd.,MM.Pd, memberikan klarifikasi tegas bahwa informasi itu tidak benar. “Tidak ada perintah dari sekolah atau guru untuk meminta iuran kepada siswa sebesar Rp10.000. Kami sudah klarifikasi ke seluruh pihak, baik guru maupun siswa, dan tidak ditemukan adanya pengumuman atau instruksi semacam itu,” ujar Tuwuh saat ditemui di sekolah Rabu (14/5/2025).
Tuwuh menyayangkan adanya unggahan di media sosial yang menyudutkan sekolah tanpa klarifikasi terlebih dahulu. Ia mengungkapkan bahwa sudah dua kali akun tersebut memuat informasi yang menimbulkan kesalahpahaman, sebelumnya terkait harga sampul rapor.
“Akibat unggahan itu, nama baik sekolah dan guru yang akan berhaji jadi tercoreng. Padahal niat awalnya hanya bentuk kebersamaan dari paguyuban kelas,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo telah menegur pihak sekolah terkait isu tersebut. “Kami akan evaluasi dan pastikan ke depan tidak ada lagi iuran-iuran serupa, agar tidak menimbulkan salah paham di masyarakat,” tegas Tuwuh.
Pihak sekolah berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta melakukan klarifikasi langsung sebelum membuat unggahan di media sosial yang dapat merugikan banyak pihak.