Beranda News

Kepala Sekolah dan Guru SMK Purworejo Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

PURWOREJO, pelita.co – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Kabupaten Purworejo terus dilakukan secara berkesinambungan. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam yang diikuti sebanyak 22 kepala sekolah SMK beserta guru perwakilan, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Pelatihan ini berlangsung sejak Minggu (31/8) hingga Kamis (4/9/2025), serentak dilaksanakan di 11 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah, Maryanto, dengan menggandeng BBPPMPV SB (Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya) Yogyakarta sebagai mitra pelaksana. Pada hari terakhir, pelatihan ditutup oleh fasilitator dengan penuh semangat dan harapan besar.

Dari 22 kepala sekolah SMK Purworejo yang hadir, tujuh berasal dari SMK Negeri, sementara sisanya merupakan kepala sekolah dari SMK swasta. Tidak hanya kepala sekolah, setiap SMK juga mengirimkan tiga orang guru sebagai peserta pendamping. Mereka terdiri atas guru konsentrasi keahlian, guru MIPA, dan guru bahasa. Dengan demikian, total ratusan pendidik terlibat aktif dalam pelatihan ini.

Kehadiran para guru pendamping menjadi penting karena merekalah yang nantinya akan mengimplementasikan strategi pembelajaran mendalam di kelas. Kepala sekolah berperan sebagai pengarah kebijakan dan penggerak budaya sekolah, sedangkan guru menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan.

Selama empat hari penuh, para peserta mendapatkan lima modul utama yang disajikan melalui Learning Management System (LMS). Fasilitator pelatihan, Purwandari, S.Pd., M.Pd. dan Bani Mustofa, M.Pd., menegaskan bahwa materi tidak hanya sebatas teori, melainkan juga praktik langsung di sekolah.

“Modul yang kami berikan mencakup penguatan growth mindset, strategi pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif siswa, hingga praktik inquiry kolaboratif. Kami ingin membentuk ekosistem belajar yang tidak hanya transfer ilmu, tetapi juga mengasah cara berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif,” terang Purwandari. Kamis (4/9/2025).

Ketua MKKS SMK Kabupaten Purworejo, Budiono, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam mengajar. Menurutnya, pendidikan saat ini tidak bisa lagi sebatas guru menyampaikan materi dan siswa menghafal.

“Pelatihan ini memberi bekal kepada kepala sekolah agar mampu mengarahkan guru. Esensinya bukan sekadar menyampaikan, tapi memastikan siswa benar-benar memahami pelajaran. Tujuan akhirnya adalah peningkatan mutu pendidikan melalui pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan,” ujarnya penuh penekanan.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala SMK Institut Indonesia (II) Kutoarjo, Sinta Kusuma Astuti. Ia menilai bahwa pembelajaran mendalam merupakan ilmu baru yang harus segera diterapkan di lingkungan sekolah.

“Harapan kami setelah pelatihan ini, guru-guru bisa keluar dari zona nyaman. Mindset lama yang hanya fokus pada penyampaian materi harus bergeser ke pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan memberdayakan siswa. Kami ingin menularkan semangat ini ke seluruh guru di sekolah agar perubahan benar-benar terasa,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, diharapkan tercipta perubahan nyata dalam proses belajar-mengajar di SMK Purworejo. Tidak hanya menekankan pada pemahaman konsep, tetapi juga mendorong siswa untuk berperan aktif, berpikir kritis, serta memanfaatkan teknologi informasi sebagai bagian dari proses belajar.

Lebih jauh, pembelajaran mendalam juga diyakini mampu mencetak lulusan SMK yang lebih adaptif dengan kebutuhan zaman, memiliki keterampilan kolaborasi, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan industri yang terus berkembang.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan guru, Kabupaten Purworejo optimistis mampu mewujudkan pendidikan vokasi yang lebih maju, bermutu, dan relevan dengan tuntutan era digital.