MANGGARAI NTT, Pelita.co- Kementerian agama (kemenag) kabupaten Manggarai Kantor wilayah (kanwil) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama yang selama ini telah dirajut dengan memperkuat nilai keagamaan melalui sejumlah program Asta cita Menteri Agama (Menang)
Asta cita Menag itu bukan hanya terkait upaya perwujudan toleransi saja namun juga tentang banyak hal lain sebagai tindakan nyata penguatan nilai keagamaan bagi segenap umat beragama di wilayah kabupaten Manggarai
Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag) Kemenag kabupaten Manggarai, Febrianti E. Riwu, S.Sos menyebut setidaknya 8 program yang selama ini dilakukan dalam memperkuat nilai keagamaan untuk mewujudkan toleransi dan kerukunan. Ke-8 program itu dilakukan berdasarkan asta protas Menteri Agama yang disebut sebagai penjabaran dari 17 asta cita Presiden Prabowo Subyanto
“Memang kita selama ini pelaksanaannya berdasarkan asta protas pak menteri, yaitu 8 program prioritas menteri agama, penjabaran dari 17 asta cita pak presiden Prabowo” ungkap Febri kepada media ini di ruang kerjanya pada Rabu 15 Oktober 2025
Lebih lanjut Febri menyebut 8 asta cita Menteri Agama itu
Pertama; meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, Kedua; penguatan eko teologi di bidang pelestarian lingkungan, Ketiga; layanan keagamaan berdampak, Keempat; mewujudkan pendidikan yang unggul ramah dan terintegrasi (salah satunya kurikulum berbasis cinta atau KBC itu sdh di launching oleh Menang yang nanti akan diterapkan di sekolah), Kelima; pemberdayaan pesantren, Keenam; pemberdayaan ekonomi umat, Ketujuh; sukses haji (sedang transisi) , Kedelapan; digitalisasi tata kelola di lingkungan kemenag
Dalam kaitan upaya penguatan nilai keagamaan kemenag kabupaten Manggarai sendiri terlibat aktif dalam berbagai keagamaan termasuk pada hari hari besar semua agama
Kemenag juga sering melaksanakan berbagai kegiatan serta berperan aktif dalam forum forum diskusi dan seminar yang membahas tentang moderasi beragama yang melibatkan berbagai pihak Pemda, FKUB, tokoh dan pengurus organisasi keagamaan, lembaga pendidikan dan pihak lainnya
Salah satu seminar yang dilakukan Kemenag Manggarai seminar tentang moderasi beragama bekerja sama dengan komisi hak asasi manusia paroki Katedral Ruteng yang dihadiri juga oleh siswa siswi SMA dan MAN di kota Ruteng
Kemenag Manggarai juga menghadiri kegiatan di SMKN 1 Satar Mese yang diikuti oleh lebih dari 400 siswa serta tokoh agama
Dalam berbagai kegiatan itu kata Febri, Kakan Kemenag Manggarai bersama Kasi Bimais dan Kasi Katolik memberikan materi materi yang pada pokoknya menanamkan serta memperkuat nilai nilai keagamaan bagi para siswa
Febri mengungkapkan bahwa kegiatan kegiatan tersebut berdampak sangat baik terhadap moral terutama pada kalangan anak sekolah dengan mengaplikasikannya dalam tindakan nyata
Ia menyebutkan beberapa tindakan nyata dari nilai keagamaan yang dilakukan seperti saling menghormati serta saling terlibat dalam menjaga dan memperlancar setiap momen penting keagamaan
Beberapa contoh di antaranya seperti, Remaja Mesjid selalu berperan pada setiap momen paskah atau natal termasuk juga saat pelaksanaan festival Golo Curu. Demikian juga sebaliknya, Orang Muda Katolik (OMK) terlibat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan saat hari raya Idul Fitri atau hari raya lainnya
Sebagai leading sektor perwujudan toleransi dan kerukunan, Kemenag kabupaten Manggarai selalu membangun komunikasi serta bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, FKUB, tokoh serta organisasi keagamaan, lembaga pendidikan dan juga masyarakat umum
Berkat aksi nyata itu, Febri mengaku kabupaten Manggarai turut berkontribusi pada perolehan predikat NTT sebagai provinsi dengan indeks kerukunan umat beragama tertinggi secara nasional tahun 2024
“Kita NTT tahun 2024 kemarin menjadi provinsi dengan indeks kerukunan beragama tertinggi secara nasional, Kita Manggarai pasti menyumbang itu” ujar Febri
Ia menjelaskan, ada tiga (3) dimensi penilaian yaitu; toleransi, kesetaraan dan kerja sama antar umat beragama
Di samping itu, secara nasional Kemenag meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama 9 tahun berturut turut sejak 2016 sampai dengan 2024
Kemenag Manggarai kata Febri selalu hadir dalam semua agama dan selalu menekankan tentang kerukunan sebab sejalan dengan program Menang dalam moderasi beragama jadi dengan tagline “Kemenag berdampak”
Artinya semua program yang dilakukan Kemang harus berdampak bagi masyarakat
Namun Febri mengakui bahwa nilai keagamaan yang gencar mereka lakukan kepada masyarakat, terlebih dahulu mereka aplikasikan dalam relasi sosial antara sesama pegawai Kemenag Manggarai yang terdiri dari berbagai latar belakang agama
Mulai dari kepala kantor, para pejabat dan pegawai lingkup Kemenag Manggarai selalu saling menghormati, saling membantu serta selalu rukun dan mengedepankan komunikasi yang transparan dalam setiap menyikapi berbagai hal
Dalam kesempatan itu Febri memaparkan secara singkat capaian dan progres pelaksanaan program Kemenag
Samapi semester satu tahun 2015 ini, 4 dari 6 Dipa di Kemenag Manggarai mendapat predikat sempurna atau 100 persen dari DJPB Kupang dengan indikator kinerja penilaian anggaran dan mendapat penghargaan dari KPPN
“Sampai semester satu kita di kantor ada 6 Dipa, 4 Dipa itu mendapat predikat sempurna atau 100 persen indikator kinerja penilaian anggaran dari DJPB kupang KPPN kita dapat penghargaan untuk 4 Dipa dari 6 Dipa yang ada di kantor ini” ujarnya
Ia beharap sampai akhir tahun pihaknya dapat mempertahankan predikat itu karena banyak aspek yang dinilai mulai dari ketepatan penyampaian anggaran kemudian dokumen dokumen yang dipersyaratkan dengan target belanja per tri Wulan, misalkan utk belanja barang triwulan 1 harus 20 persen, belanja pegawai harus 25 persen
Pengajuan semua anggaran Kemenag berbasis online, itu merupakan komitmen dan kewajiban kita
Febri juga mengatakan Kemenag Manggarai berkomitmen menjaga integritas. Berkaitan dengan ini Kemenag mengadakan survei untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat dengan 6 komponen penilaian mulai dari penataan sumber daya manusia hingga pelayanan publik
Setiap masyarakat yang datang diarahkan mengisi link survei
Febri mengatakan, sampai triwulan tiga tahun ini (2025) penilaian masyarakat cukup baik terhadap kinerja Kemenag Manggarai dengan tingkat kepuasan mencapai 72 ,2 dari total 79 responden
“Bersyukur sampai triwulan tiga kemarin penilaian masyarakat cukup baik, 72,2 persen” ujarnya
Survei ini kata Febri sekaligus sebagai bahan evaluasi internal Kemenag kabupaten Manggarai
Selain itu Kemenag Manggarai juga menyediakan kotak saran dan pengaduan sehingga masyarakat bisa menyampaikan saran atau pengaduan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk transparansi
Febri memastikan bahwa dalam beberapa waktu ke depan pihaknya akan mempersiapkan dokumen terkait dengan layanan program dan anggaran untuk beberapa bulan tersisa
Kemenag Manggarai selalu melakukan evaluasi setiap bulan untuk menjaga akuntabilitas terhadap semua pengelolaan baik itu program anggaran yang ada biaya atau pun program yang tidak berbiaya
sebab evaluasi itu juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana program itu dilakukan termasuk juga apa program ke depan yang akan dilakukan
Sekarang kata Febri, pihaknya mulai memproyeksikan belanja kegiatan untuk bulan Oktober, November dan Desember mengingat deadline waktu dari KPPN menjelang akhir tahun
Dalam pernyataan penutupnya, Febri mengingatkan masyarakat Manggarai untuk saling menghormati serta menjunjung tinggi nilai nilai keagamaan sebab pada dasarnya setiap agama selalu mengajarkan kebaikan, kedamaian, kerukunan dan cinta kasih
Karena itu Ia mengajak untuk saling mengasihi, mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri karena Tuhan hadir dalam bentuk sesama
Ia tekankan bertindak dan bertutur menggunakan hati, karena itu hati harus ditata dengan baik sebab apa yang ada di hati akan keluar lewat tindakan kita dan perkataan
“Jadi kami dari kantor Kemenag tentu sebagai lembaga kementerian agama yang salah satu fungsinya menjaga moderasi agama menghimbau agar kita selalu untuk menjaga kerukunan dan toleransi” ungkap Febri
Menghargai sesama harus selalu diprioritaskan karena hidup di wilayah NKRI wajib menjunjung tinggi nilai nilai toleransi
Ia berharap agar kerukunan dan toleransi yang selama ini telah dirajut tetap dipertahankan dan ditingkatkan dan yang masih kurang harus diperjuangkan dan ditingkatkan dalam ruang ruang dialog di hari hari ke depannya
“Yang sudah baik tetap kita pertahankan dan ditingkatkan. Tentu apabila ada hal yang masih kurang kita usahakan dalam dialog dan pertemuan di waktu waktu ke depan sehingga harapan kita bahwa toleransi dan kerukunan itu akan tetap berjalan di kabupaten Manggarai ini” ungkap Febri