MANGGARAI NTT, Pelita.co- Hari kedua rangakaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026, Persatuan Jurnalis Manggarai (PRISMA) menanam ratusan anakan pohon di mata air Wae Pong yang berlokasi di Waso kelurahan Waso kecamatan Langke Rembong kabupaten Manggarai, Minggu 8 Januari 2026
Dalam kegiatan ini, PRISMA berkolaborasi dengan sejumlah pihak seperti Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Komodo Ruteng, Pemerintah Kecamatan Langke Rembong, Kodim 1612 Manggarai
Selain itu mahasiswa dari organisasi kemahasiswaan beberapa kampus dan organisasi pelajar dari beberapa SMA dan SMK di kecamatan Langke Rembong juga ambil bagian dalam bakti sosial itu seperti PMKRI Ruteng, GMNI Manggarai, BEM Kampus Unika Santu Paulus Ruteng, STIE Karya Ruteng, dan STIPAS Santu Sirilus Ruteng, OSIS SMK Santo Aloysius Ruteng, OSIS SMK Karya Ruteng, OSIS SMA Karya Ruteng dan OSIS SMAK Santu Thomas Aquinas Ruteng juga ambil bagian dalam kegiatan tersebut
Aksi ini sekaligus mewujudkan kepedulian PERS Manggarai dalam menjaga kontinuitas ketersediaan air minum bersih bagi masyarakat di kecamatan Langke Rembong
Ketua Panitia HPN 2026 Manggarai, Wilibrodus Jatam, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menunjukan bahwa Pers tidak hanya menjalankan tugas jurnalistik tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan kegiatan termasuk menjaga kelestarian lingkungan
“Kegiatan ini adalah bentuk kesadaran kolektif kami sebagai insan pers bahwa peran jurnalis tidak berhenti pada menyampaikan informasi, tetapi juga harus hadir secara nyata dalam menjaga kepentingan publik, termasuk menjaga kelestarian lingkungan hidup” ungkap wartawan Obor Timur ini
Ia menambahkan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengedukasi masyarakat sekaligus menjadi contoh nyata dalam menjaga lingkungan
Di HPN ini, Ambros mengajak masyarakat agar memiliki kesadaran menjaga lingkungan
“Melalui momentum Hari Pers Nasional ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk memiliki kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua sebagai bagian dari masyarakat,” lanjutnya
Menurutnya, kegiatan penghijauan ini juga menjadi simbol bahwa pers hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial, termasuk persoalan lingkungan
Atas nama PRISMA Ia sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penanaman pohon di area sumber air wae pong ini
Direktur Perumda Tirta Komodo Ruteng, Marselis Sudirman, Camat Langke Rembong dan Danramil 1612-01 hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan melakukan penanaman secara simbolis
Direktur Utama Perumda Tirta Komodo Ruteng, Marselis Sudirman mengapresiasi keputusan PRISM memilih menanam pohon di sekitar sumber air tersebut dan menyebutnya sebagai upaya menjaga keseimbangan alam
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif PRISMA dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini. Kita harus memahami bahwa sumber air tidak akan bertahan selamanya jika tidak dijaga. Penanaman pohon ini adalah bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam dan memastikan bahwa sumber air tetap lestari,” ungkap Marsel.
Keberadaan mata air seperti Wae Pong Waso ini tambahnya memiliki peran strategis dalam menjamin keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah Ruteng dan sekitarnya.
Marselis mengatakan, mencegah terjadinya krisis air minum merupakan tanggung jawab bersama sebagai generasi penerus
“Kalau suatu saat nanti, misalnya 10 atau 20 tahun ke depan, terjadi krisis air atau penurunan debit air, maka kita tidak bisa menyalahkan siapa pun. Itu adalah tanggung jawab kita bersama sebagai generasi hari ini, ungkapnya
Marsel juga menekankan bahwa menjaga mata air bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal keberlangsungan kehidupan manusia sebab generasi sekarang harus mewariskan mata air bukan air mata kepada generasi berikutnya
Camat Langke Rembong, Eremius Gonzaga Gau mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian lingkungan yang memang bukan hanya tanggungjawab pemerintah tetapi tanggungjawab semua pihak termasuk Jurnalis yang menurutnya patut diapresiasi
“Kegiatan ini adalah contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua pihak, termasuk jurnalis, mahasiswa, dan pelajar. Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat baik dan patut diapresiasi,” ujarnya.
Kegiatan itu menurutnya sangat penting sebagai langkah membangun kesadaran bersama sebab mata air adalah sumber kehidupan masyarakat yang harus dijaga sebab jikalau kita tidak maka akan menghadapi persoalan besar di masa depan
Danramil 1612-01 Pelda Iwaya Suya mengaku bangga dengan kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya kepada para Jurnalis karena kegiatan tersebut menurutnya sangat bermanfaat bagi masyarakat banyak dan juga generasi berikutnya
“saya sangat bangga dalam kegiatan ini dimana sangat penting bagi kita semua, bagi anak cucu kita. Saya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Jurnalis atas bakti sosial ini.karena Bakti sosial ini sangat bermanfaat bagi kita semua” ujarnya
I Wayan mengatakan bahwa TNI selalu siap membantu dan ambil bagian apabila kegiatan seperti ini berlanjut. TNI tambahnya tidak hanya soal kemanan negara tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan lain seperti ketahanan pangan dan kegiatan sosial
Sementara itu ketua GMNI Manggarai, Meldiyani Yolfa Jaya, menilai kegiatan ini sangat penting dan menyebut generasi muda memiliki tanggungjawab dalam menjaga alam
“Kegiatan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami sebagai generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga alam, karena masa depan lingkungan ada di tangan kami,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran jurnalis yang tidak hanya menjalankan fungsi kontrol sosial, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial.
“Kami melihat bahwa jurnalis tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk melakukan hal-hal positif,” tegasnya.
Ketua PMKRI Ruteng, Margareta Kartika mengatakan, kegiatan tersebut sebagai pengingat bahwa lingkungan adalah rumah bersama dan menjaga mata air adalah menjaga kehidupan
“Kegiatan ini mengingatkan kita bahwa lingkungan adalah rumah bersama yang harus kita jaga. Mata air adalah sumber kehidupan, dan menjaga mata air berarti menjaga kehidupan manusia” ungkap Margareta
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda sebagai pelopor dalam gerakan pelestarian lingkungan
“Generasi muda harus menjadi pelopor dalam menjaga lingkungan, karena masa depan lingkungan ada di tangan kita,” tambahnya
Ketua OSIS SMK Santo Aloysius Ruteng, Frederikus Jaino Opang, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai pelajaran yang sangat penting
“Kegiatan ini sangat positif dan memberikan pembelajaran penting bagi kami. Kami belajar bahwa menjaga lingkungan bukan hanya teori, tetapi harus dilakukan melalui tindakan nyata, seperti menanam pohon dan menjaga sumber air,” ujarnya
Menurutnya kegiatan ini menjadi inspirasi dan beharap dapat terus dilakukan sehingga dapat diterapkan di lingkungan sekolah mereka
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan dan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya. Kami juga ingin menerapkan hal yang sama di lingkungan sekolah kami,” tutupnya
Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama sembari mengucapkan selamat Hari Pers Nasional tahun 2026