PURWOREJO, Pelita.co – Dalam rangka mewujudkan program unggulan Pinter Bocahe, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo menggelar Festival Adeg-Adeg, sebuah ajang literasi dan budaya yang berfokus pada khasanah kepustakaan Jawa. Kegiatan ini akan berlangsung pada 31 Oktober hingga 10 November 2025 di Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Kepala Dinpusip Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, SSTP, M.Si, menjelaskan bahwa festival ini merupakan upaya untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat, khususnya terkait literasi budaya Jawa.
“Dalam aksara Jawa, adeg-adeg adalah tanda awal paragraf baru, simbol dimulainya kisah dan babak baru. Filosofi itu kami jadikan semangat Festival Adeg-Adeg—sebagai langkah awal masyarakat Purworejo menulis cerita baru dalam literasi, budaya, dan kreativitas,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar pesta literasi, Festival Adeg-Adeg diharapkan menjadi gerakan bersama untuk menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berkarya di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ajakan bagi setiap individu untuk bangkit dan bergerak, memulai perjalanan baru dalam berliterasi, membaca, menulis, dan berkarya,” tambah Aan.
Beragam kegiatan menarik akan digelar selama festival, di antaranya pameran buku (book fair) yang menggandeng Gramedia dan Paguyuban Penerbit Jogja (PPJ), workshop ngadi salira ngadi busana, workshop pranata adicara, bimbingan teknis literasi, bedah buku dan film, serta pameran seni rupa. Tak ketinggalan, pengunjung juga dapat menikmati berbagai kuliner UMKM lokal yang turut meramaikan suasana.
Aan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan menikmati kemeriahan festival ini.
“Kami mengundang para siswa, ASN, dan masyarakat Purworejo untuk berpartisipasi. Kalau hari kerja belum sempat datang, bisa berkunjung di akhir pekan karena acara tetap dibuka pada Sabtu dan Minggu,” ajaknya.
Festival Adeg-Adeg menjadi momentum penting bagi masyarakat Purworejo untuk membuka “paragraf baru” dalam dunia literasi dan budaya lokal, sejalan dengan semangat aksara Jawa yang menjadi inspirasinya.