Beranda News

Dukung Ketahanan Pangan, Polres Purworejo Tanam Jagung di Lahan 10 Hektare Desa Kalimiru

PURWOREJO, pelita.co – Dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan, Polres Purworejo melaksanakan kegiatan penanaman jagung di Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Rabu pagi (2/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polres Purworejo, Kodim 0708 Purworejo, dan Pemerintah Desa Kalimiru. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Purworejo, Forkopimcam Bayan, tokoh masyarakat Ki Lurah Off Road Hardjanto, K.H. Muhammad Abdul Haq Assaubary, PJU Polres Purworejo, Kepala Desa Kalimiru Agung Yuli Priatmoko, Gapoktan Sidomaju Kalimiru, serta masyarakat setempat.

Acara diawali dengan kegiatan panen padi di lahan seluas 3 hektare yang dipimpin langsung oleh Dandim 0708 Purworejo Letkol Inf. Imam Purwoko, S.E., M.H.I.. Setelah panen, lahan tersebut langsung diolah dan ditanami jagung oleh jajaran Polres di bawah arahan Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano, S.I.K., M.Si.

Dalam sambutannya, Kapolres Andry menyampaikan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperluas lahan produktif di tengah dinamika ekonomi dan iklim global.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami, baik dari unsur TNI, Polri, maupun pemerintah desa, dalam mendukung program nasional serta memperkuat kemandirian pangan masyarakat,” tegas Kapolres.

Adapun penanaman jagung akan dilakukan di lahan seluas 10 hektare menggunakan bibit unggul Pioner P27, dengan melibatkan Gapoktan Sidomaju Kalimiru. Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat karena diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang terhadap ketahanan pangan lokal.

Kepala Desa Kalimiru, Agung Yuli Priatmoko, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari jajaran Polres dan Kodim 0708 Purworejo, yang menurutnya sangat membantu upaya desa dalam meningkatkan hasil pertanian dan perekonomian warga.

Menariknya, kegiatan ini turut menghadirkan teknologi pertanian modern. Dalam proses tanam hingga panen nanti, para petani akan menggunakan drone untuk penyemprotan pestisida, traktor untuk pengolahan lahan, serta treaser untuk panen. Dengan masa tanam hingga panen sekitar 110 hari, hasil produksi jagung nantinya diharapkan mampu memperkuat stok pangan lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi desa.

Kapolres Andry juga berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda di bidang pertanian, khususnya dalam mengadopsi teknologi modern sebagai bagian dari transformasi sektor pertanian ke arah yang lebih produktif dan berkelanjutan.