MANGGARAI BARAT NTT, Pelita.co- Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah kabupaten Manggarai Barat NTT mengakibatkan dua Unit rumah dan dua unit sepeda motor milik dua orang warga Lando desa Mbuit kecamatan Boleng mengalami rusak parah akibat tertimpa pohon kapuk berukuran besar yang tumbuh di sekitar rumah tersebut tumbang
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana alam ini namun total kerugian hampir mencapai 100.000.000 (seratus juta rupiah)
Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa siang 13 Januari 2026 Pkl. 12.30 WITA
“Pada selasa 13 Januari 2026 , jam 12.30 WITA, bertempat di kampung Lando Desa Mbuit Kecamatan Boleng, telah terjadi bencana alam, berupa angin kencang menyebabkan 2 unit rumah rusak berat, dikarenakan pohon kapuk tumbang yg tumbuh sekitar rumah korban” ungkap salah satu anggota Polisi Sub Sektor Boleng, Dominikus Hetom yang berhasil dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp pada Selasa sore (13/01)
Lebih lanjut Dominikus mengungkapkan bahwa material pohon yang menimpa rumah dan sepeda motor tersebut telah dibersihkan berkat kerja sama anggota Polisi, TNI bersama warga setempat
“Puing -puing Dua unit rumah yg rusak berat tersebut sdh dibersihkan oleh warga sekitar bersama Pihak kepolisian Sub sektor Boleng dgn Babinsa Desa Mbuit” ungkap Dominikus
Secara rinci Ia menyebutkan identitas pemilik rumah dan sepeda motor serta kerugian yang dialami kedua warga desa Mbuit tersebut
1. Rumah milik Ahmad Hamsi, seorang petani alama RT/RW.003/001, kampung Lando, Desa Mbuit, Kecamatan Boleng. Rumah permanen milik Ahmad Hamsi ini sebagiannya telah rubuh hingga rata dengan tanah
Selain rumah, dua unit sepeda motor jenis Honda Revo milik Ahmad Hamsi juga ikut menjadi korban tertimpa pohon tersebut hingga tidak bisa digunakan lagi
Total Kerugian yang dialami Ahmad Hamsi akibat bencana alam tersebut diperkirakan sebesar Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah)
2. Rofinus Hargen yang juga merupakan petani yang beralamat: RT/RW. 004/001, Kampung Lando Desa Mbuit,Kecamatan Boleng. Rumah semi permanen milik Rofinus Hargen ini tidak lagi bisa ditempati karena sudah rata dengan tanah akibat tertimpa pohon kapuk yang tumbang tersebut
Rofinus Hargen diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp. 45.000.000 (empat puluh lima juta rupiah)
Dominikus mengatakan bahwa pasca peristiwa tersebut pemilik kedua rumah tersebut harus mengungsi ke rumah keluarga mereka hingga
Ia mengimbau masyarakat agar pohon yang berada dekat dengan rumah segera dipotong agar peristiwa serupa tidak terjadi
Peristiwa yang dialami dua petani desa Mbuit kecamatan Boleng ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah
Media ini telah mengkonfirmasi kepala desa Mbuit perihal peristiwa yang menimpa warganya tersebut namun hingga berita ini diturunkan belum direspon