PURWOREJO, Pelita.co – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLH) Kabupaten Purworejo, Wiyoto Harjono, ST, menegaskan bahwa seluruh armada pengangkut sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bulus telah mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP). Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan masyarakat terkait sampah yang tercecer di sepanjang ruas Jalan Mranti-Bulus.
Menurut Wiyoto, ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalur prioritas karena menjadi akses utama menuju TPA. DLH setiap hari mengangkut 70–80 ton sampah dari berbagai wilayah di Purworejo. Armada yang dimiliki DLH sendiri berjumlah 12 truk dengan 22 ritase per hari, ditambah sekitar 14 ritase dari truk swasta.
“Setiap hari armada kami mengangkut 70 sampai 80 ton sampah ke TPA Bulus. Truk DLH hanya 12 unit dengan 22 rit per hari, selebihnya ada sekitar 14 rit dari pihak swasta dengan kendaraan lebih kecil,” jelas Wiyoto, Jumat (22/8/2025).
Wiyoto menegaskan bahwa SOP pengangkutan sampah wajib dipatuhi oleh seluruh armada, baik milik DLH maupun swasta. Setiap truk diwajibkan menutup rapat muatan dengan terpal untuk mencegah sampah tercecer di jalan.
“SOP kami jelas, semua truk wajib ditutup terpal rapat. Untuk armada DLH, kondisi truk sudah kami pastikan baik dan tidak ada bak yang bolong. Kami juga akan mengingatkan lagi truk-truk swasta untuk mematuhi aturan yang sama,” tegasnya.
Selain itu, DLH juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk menjaga kondisi ruas jalan tetap aman dilalui armada pengangkut sampah. Perbaikan jalan berlubang dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu lalu lintas truk menuju TPA.
“Kami selalu berkoordinasi dengan DPUPR. Kalau ada lubang, sementara ditambal dulu supaya truk tidak terperosok. Informasi yang kami terima, memang ada rencana pelebaran jalan di beberapa titik, tetapi prosesnya dilakukan bertahap,” ujar Wiyoto.
DLH Purworejo juga berkomitmen melakukan pembersihan sampah tercecer jika terjadi tumpahan, baik akibat kelalaian armada maupun karena sampah tertiup angin di area TPA.
“Kalau masih ada sampah yang tercecer, kami akan bersihkan supaya tidak menimbulkan keluhan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan langkah ini, DLH Purworejo berharap masyarakat dapat lebih tenang dan kenyamanan pengguna jalan di kawasan Mranti-Bulus dapat terjaga.