Beranda News

Diduga Langgar SOP Konstruksi, Proyek Pembangunan Gedung Baru SMPN 4 Curug Terindikasi Abaikan Keselamatan dan Kualitas

Pembangunan tambah ruang kelas SMPN 4 Curug,Pondasi banjir dan gunakan adukan semen pasir Kering (dok ist)

TANGERANG,Pelita.co – Proyek pembangunan tambahan ruang kelas (TRK) di SMP Negeri 4 Curug, Kabupaten Tangerang, yang menelan anggaran APBD 2025 sebesar Rp 1, 461,750,000.00. yang dilaksanakan oleh CV. Bintang Maha Putra, kini menjadi sorotan publik.

Dalam pantauan awak media di lokasi kegiatan pada Sabtu (31/5).Pantauan awak media, ditemukan sejumlah indikasi pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) konstruksi serta potensi pelanggaran keselamatan kerja (K3).

Papan nama proyek kegiatan pembangunan Tambah Ruang Kelas TRK SMPN 4 Curug,(dok ist)

Salah satu temuan mencolok adalah pemasangan adukan semen dan pasir kering pada lubang pondasi yang dalam kondisi tergenang air (banjir). Praktik ini diduga kuat menyalahi teknis dalam dunia konstruksi.

Pantauan juga memperlihatkan para pekerja yang terlibat dalam proses pengecoran tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) standar seperti helm proyek, sepatu boots, sarung tangan, maupun rompi keselamatan. Ini jelas bertentangan dengan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama dalam proyek konstruksi yang dibiayai dari dana masyarakat.

Ketidakpatuhan terhadap protokol K3 tidak hanya membahayakan nyawa pekerja, tetapi juga mencerminkan lemahnya pengawasan dari dinas terkait.

para pekerja saat dalam proses pengecoran adukan kering tidak dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD)

Saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi kegiatan, Hadit selaku pengawas dari konsultan , menyatakan bahwa kondisi lubang yang tergenang air disebabkan oleh aliran air bawah tanah yang tak kunjung berhenti, meskipun telah disiapkan tiga unit pompa penyedot,

Ketika ditanya mengenai praktik penggunaan adukan kering pada kondisi lubang penuh genangan katanya hal itu tergantung situasi dan kondisi,

“Dalam metode pelaksanaan sih boleh-boleh saja, tapi itupun tergantung situasi dan kondisi, kalau disetujui oleh dinas dilanjut, kalau tidak disetujui ya distop dulu,” Kata Hadit saat di lokasi kegiatan. Sabtu (31/05).

Menanggapi hal ini, Agus Supriatna, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, menyatakan, Ini kaitannya dengan teknis, saya tidak memiliki kapasitas untuk itu, kecuali setelah dilakukan koordinasi antara Tin Pengawas dan Pelaksana. ” Trima kasih atas info nya,” singkat nya melalui pesan WhatsApp. Sabtu (31/05).

pemasangan adukan semen dan pasir kering pada lubang pondasi yang dalam kondisi tergenang air (banjir).dok ist

Pernyataan ini menuai kritik, mengingat standar baku konstruksi nasional dan internasional mengharuskan pengeringan total dan penanganan air tanah sebelum pengecoran dilakukan.

Dengan adanya temuan ini, publik dan penggiat antikorupsi mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang serta pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap proyek ini.

Proyek pembangunan sekolah adalah investasi jangka panjang yang harus mengedepankan kualitas dan keselamatan. Bila sejak awal sudah terjadi penyimpangan teknis, maka risiko kerugian negara dan ancaman keselamatan jiwa akan menjadi bom waktu yang menunggu meledak.