Beranda News

Demi Fokus Muktamar NU, Gus Ipul Sebaiknya Mundur dari Kabinet

JAKARTA – Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPBH PBNU) masa khidmat 2010-2015, Andi Najmi Fuadi, memberikan catatan kritis terkait rangkap jabatan yang diemban oleh Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai Menteri Kabinet Merah Putih sekaligus Ketua Pelaksana Muktamar NU mendatang (sebaimana pernyataan beliau).

Andi Najmi menegaskan bahwa Muktamar NU merupakan agenda lima tahunan yang sangat strategis. Forum tertinggi organisasi ini tidak hanya mengevaluasi kinerja PBNU selama lima tahun terakhir, tetapi juga menjadi penentu arah perjalanan NU di masa depan.

“Muktamar setidaknya menentukan tiga hal krusial: menyusun program kerja lima tahun ke depan, meninjau ulang regulasi organisasi, serta memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026 -2031. Ini adalah mandat besar yang menyangkut hajat hidup jutaan warga nahdliyin,” ujar Andi Najmi dalam keterangannya di Jakarta.

Terkait penunjukan Gus Ipul sebagai Ketua Pelaksana Muktamar oleh PBNU, Andi menilai posisi tersebut menuntut konsentrasi penuh, baik secara fisik maupun pikiran. Di saat yang sama, Gus Ipul memegang amanah sebagai anggota kabinet yang diberikan tugas berat oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Sebagai manusia, tentu ada keterbatasan dalam mengemban dua tanggung jawab besar secara bersamaan. Keduanya membutuhkan kehadiran fisik dan perhatian yang sungguh-sungguh. Demi kebaikan bersama agar tidak ada agenda yang dikorbankan, sebaiknya Gus Ipul mundur dari kabinet dan fokus mensukseskan Muktamar NU,” tegasnya.

Lebih lanjut, Andi Najmi menekankan pentingnya loyalitas tunggal seorang pembantu presiden dalam mengawal visi pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program-program Presiden Prabowo hanya bisa dicapai jika para menterinya mencurahkan perhatian penuh 24 jam sehari tanpa terbagi oleh urusan lain.

“Menjaga marwah Presiden Prabowo berarti harus fokus total pada program pemerintah. Jika perhatian terbagi dengan urusan kepanitiaan muktamar yang sangat menyita energi, kita khawatir kinerja di kabinet tidak akan maksimal. Fokus pada satu amanah adalah bentuk tanggung jawab moral kepada publik dan organisasi,” pungkasnya.