MANGGARAI NTT, Pelita co- SMPN 2 Wae Ri’i kabupaten Manggarai NTT dipastikan tidak akan menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sore hari seperti yang selama ini diterapkan akibat kekurangan ruang kelas
Hal itu dipastikan setelah mendapat bantuan dana revitalisasi sekolah sebesar 1,2 miliar rupiah lebih dari Kementerian Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun anggaran 2025 ini
Dana tersebut digunakan untuk membangun dua Ruangan Kelas Baru (RKB), satu ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), 2 unit toilet dan rehabilitasi ruangan laboratorium
Pantauan media ini pada Kamis siang, 18 September 2025, bangunan tersebut tengah dikerjakan
Pemasangan batu bata sudah hampir selesai tinggal pengerjaan slot atas
Tambahan dua RKB ini sudah memenuhi kebutuhan di SMPN 2 Wae Ri’i, di mana selama ini jumlah rombongan belajar lebih banyak dari jumlah ruangan kelas yang akhirnya memaksa sekolah tersebut harus menerapkan sistem KBM dua sif yaitu KBM pagi dan sore hari
Kepala SMPN Wae Ri’i, Yulius Eric Pery, S.Pd dalam wawancara dengan media ini di kantornya pada Kamis siang, 18 September 2025 mengatakan, peniadaan sekolah sore itu akan mulai diterapkan pada semester 2 tahun pelajaran 2025/2026
“Dengan adanya tambahan dua ruang kelas ini maka di semester depan ini kami tidak ada lagi sekolah sore, semuanya sekolah pagi” ungkap Eric
Eric mengaku bersyukur karena kekurangan yang selama ini mereka keluhkan kini sudah terjawab
Dengan tambahan dua ruangan kelas tersebut maka jumlah ruangan kelas sudah sesuai dengan jumlah Rombel yaitu 15 ruangan, sebelumnya hanya 13 ruangan kelas
“Puji Tuhan tahun ini keluh kesah kami terjawab sehingga ruangan kelas yang tersedia nanti 15” ungkap Eric
Bantuan ini membawa dampak yang sangat positif bagi SMPN 2 Wae Ri’i. Selain pemenuhan kebutuhan ruang kelas, UKS , toilet dan laboratorium, bantuan ini juga disebut akan berdampak pada pelaksanaan KBM
Komunikasi dan koordinasi antara guru kata Eric pun akan semakin baik dan efektif karena semua masuk pagi
Demikian juga dengan ruangan UKS. Eric mengatakan keberadaan ruangan UKS sangatlah penting sebagai tempat penanganan terhadap siswa yang mengalami sakit, pingsan dan lainnya selama jam sekolah
Apalagi bantuan UKS itu lengkap dengan fasilitas seperti lemari dan tempat tidur
Lebih membanggakan lagi tambahnya, salah satu orang guru SMPN 2 Wae Ri’i sebelumnya telah mengikuti pelatihan penguatan kapasitas pembina UKS
“Terkait keberadaan UKS, menurut saya UKS itu sangat penting, dan bersyukur begitu dapat bantuan ruang UKS, salah satu rekan guru kami diutus mengikuti kegiatan pelatihan penguatan pembina UKS di Kupang”ungkap Eric
Ini menurutnya sudah cukup lengkap, ruangan ada, fasilitas ada, tenaga UKS nya juga ada
Demikian juga keberadaan dua unit toilet, kedepan akan dipisahkan toilet perempuan dan laki laki berbeda dengan sebelumnya yang digunakan bersama perempuan dan laki – laki
Atas nama lembaga SMPN 2 Wae Ri’i, Eric menyampaikan terimakasih kepada Kemendikdasmen atas dijawabnya proposal mereka berupa bantuan dana revitalisasi tersebut
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada pihak Dinas PPO kabupaten Manggarai karena telah membantu memberikan arahan serta memproses dan meneruskan proposal mereka hingga sampai di Kementerian
Eric mengakui bantuan dari Kementerian ini didapat oleh karena arahan dan bantuan Dinas PPO
“Jadi atas nama lembaga SMPN 2 Wae Ri’i kami mengucapkan terimakasih. Pertama kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas PPO karena merekalah yang membantu meneruskan proposal kami ke Kementerian Pendidikan. Dan kedua kami menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena sudah menjawab keluh kesah kami selama ini” ucapnya
Bantuan tersebut kata Eric dikerjakan secara swakelola namun melibatkan masyarakat. Kepala sekolah dan bendahara sekolah sebagai penanggungjawab, sementara ketua dan sekretaris panitia hingga tenaga kerjanya adalah masyarakat sekitar
Pelibatan masyarakat ini juga sejak awal dimulainya pekerjaan tersebut, di mana tokoh adat, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya dilibatkan dalam ritual adat peletakan batu pertama
Antara sekolah sebagai pengguna anggaran dengan tukang dilakukan perjanjian kerjasama yang dibuat dan ditandatangani pada 10 Agustus 2025 dengan jangka waktu normal 120 hari kerja
Proses pengerjaan telah satu bulan 2 Minggu terhitung sejak 10 Agustus 2025 dan telah mengalami progres signifikan
Pemasangan batu bata sudah hampir selesai bahkan dalam beberapa hari ke depan akan dilakukan pengerjaan slof atas
Berdasarkan hitungan pengawas kata Eric telah mencapai 30 persen. Persentase ini pasti akan berubah hingga mencapai 40 persen jika progres kerjaan Minggu ini dihitung dan dilaporkan
Ia optimis pekerjaan ini akan selesai lebih cepat jika dilihat dari progres saat ini sebab dari sisi ketersediaan material ada
Namun target itu bisa salah dan yang terjadi adalah selesai tepat waktu atau molor dari jangka waktu normal mengingat hujan yang terus mengguyur
Bantuan tersebut menuai menuai respon positif dan dukungan masyarakat. Masyarakat menilai dengan adanya bantuan itu maka peserta didik di SMPN 2 Wae Ri’i itu ke depannya tidak lagi sekolah sore sebab itu cukup menyulitkan jika musim hujan
Eric mengisahkan bahwa proposal telah mereka ajukan tahun 2024 lalu dan mendapat kabar baik tentang direalisasikannya proposal tersebut pada bulan Mei 2025
Setelah dipastikan sebagai sasaran bantuan, pihaknya diminta untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek)
Tim teknis yang merupakan tenaga perencana dan tenaga pengawas dari pihak sekolah telah dua kali mengikuti Bimtek tentang berbagai hal teknis bantuan tersebut
Eric berkomitmen akan memanfaatkan fasilitas tersebut sebaik mungkin