PURWOREJO, Pelita.co – Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, SH secara resmi membuka Festival Literasi Purworejo 2025 pada Senin (11/8/2025) di Halaman Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo. Acara ini mengusung tema “Purworejo Berseri: Pinter Bocahe” sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam membentuk generasi cerdas, kreatif, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Bupati Yuli Hastuti menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, festival ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis di tengah masyarakat.
“Budaya literasi bukan hanya milik sekolah atau lembaga pendidikan, tetapi harus tumbuh di tengah keluarga, masyarakat, dan lingkungan sosial secara luas,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengukuhkan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Purworejo serta meluncurkan logo baru Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo. Logo tersebut diharapkan menjadi simbol semangat baru, merepresentasikan kekayaan lokal, dan memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat literasi yang inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa Festival Literasi 2025 berlangsung mulai 8–18 Agustus 2025 dengan beragam rangkaian kegiatan, mulai dari lomba, lokakarya, talk show, pameran buku, hingga penampilan seni dan budaya.
“Banyak komunitas ikut serta, seperti komunitas UMKM, seni rupa Super World Joe, Forum UMKM, komunitas day cast, cosplay, hingga komunitas seni budaya. Untuk pameran lukisan, kali ini diikuti oleh komunitas Purworejo Fine Art (PFA),” jelasnya.
Menariknya, lukisan-lukisan yang dipamerkan juga dijual langsung oleh para senimannya. Stephanus berharap, keterlibatan berbagai komunitas dapat memperluas jangkauan gerakan literasi di Purworejo.
“Festival ini bukan hanya tentang buku, tapi juga gerakan bersama lintas komunitas antara pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk meningkatkan minat baca dan literasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.