Anggota DPR-RI Komisi IV Panggah Susanto Bersama Kementrian Pertanian Adakan Bimtek Komoditas Kelapa di Purworejo

, Pelita.co, , Perkebunan bersama Anggota DPR-RI Komisi IV Ir MM, mengadakan Bimbingan Teknis () Kelapa di Purworejo. yang diselenggarakan di aula Hotel In Sanjaya Purworejo Rabu (2/3/22).

Kegiatan Bimtek ini dibuka oleh Ir Panggah Susanto MM dan diikuti oleh 70 peserta dari Industri Kecil dan Menengah (IKM) gula aren dari Kecamatan Bagelen, Loaono dan Bener. Adapun tema yang diangkat “Komoditas Kelapa Purworejo menembus Exsport melalui Perbaikan penanganan pasca panen” pada hari Selasa 2 Maret 2022.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur PPH Perkebunan Ir Dedu Junaedi MSc,Anggota DPR-RI Ir Panggah Susanto MM, Komisi IV Fraksi secara virtual, Kepala Dinas Kelautan dan Pangan, Ir M.Unggul Ametung MSi, selaku koordinator Pasca Panen (PP), Anggota DPRD Purqorejo dan narasumber Hanggoro Susanto.SP.MM dan H.Sri Susilowati SE.

Adapun materinya mengenai standarisasi pengolahan produk gula aren, aspek-aspek penting dalam standarisasi pengolahan mulai dari tahap persiapan alat dan bahan penyadapan, penyadapan nira, penanganan bahan baku (nira) hingga aspek pengolahan menjadi gula semut.

Secara virtual Panggah Susanto mengucapkan terimakasih kepada kementrian khususnya dirjenn perkebunan yang telah memprogramkan dan menyelenggarakan bimtek tersebut.

Panggah menyampaikan, Kabupaten Purworejo merupakan salah satu wilayah yang banyak ditumbuhi pohon kelapa dan aren yang sejak lama menjadi salah satu potensi penunjang masyarakat setempat.

Menurutnya buah kelapa dan aren salah satu bagian utama yang banyak dimanfaatkan masyarakat, seperti air niranya yang telah lama diolah masyarakat manjadi gula merah cetak, bahkan sebutan untuk pengrajin gula ini telah mengenal diversifikasi olahan nira menjadi gula semut.

“Gula semut adalah gula merah yang berbentuk butiran atau kristal. Gula semut memiliki beberapa keunggulan dibanding gula merah cetak,” jelas Panggah

Karena terang Panggah, gula semut lebih praktis diaplikasikan sebagai bahan tambahan makanan dan minuman, dan dalam pembuatannya gula semut melalui pengeringan, sehingga kadar air gula semut lebih rendah jadi lebih awet.

Bahkan ucap Panggah, dari nilai ekonomi, gula semut harganya lebih tinggi dibanding gula merah cetak. Selain itu gula semut lebih praktis dalam pengemasan, penyimpanan dan distribusi.

Namun ungkap panggah, dibalik berbagai keunggulan tersebut, masih terdapat tantangan yang dihadapi salah satunya adalah standarisasi pengolahan. Selama ini gula semut yang diproduksi oleh pengrajin gula kelapa selaku IKM cenderung tidak sama, baik dari sisi pengolahan maupun hasilnya.

“Salah satu upaya yang harus kita lakukan yaitu melalui pelatihan mengenai standarisasi pengolahan produk gula merah,”ujarnya.

Semoga dengan kegiatan bimtek ini akan dapat memberi manfaat serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas gula kelapa / gula semut di Kabupaten Purworejo, Pungkasnya.