Penantian Warga Desa Tanjung Pasir Terdampak Banjir Untuk Surut Akan Terealisasi

TANGERANG, Pelita.co – Penantian warga Kampung Gaga yang mengantong di area pemukiman selama dua bulan lebih untuk surut akan segera terealisasi.

Pasalnya, Ketua Kholid Ismail usai meninjau lokasi banjir merekomendasi dinas teknis terkait dan pihak di wilayah sekitar untuk bekerjasama melakukan penyelesaian masalah tersebut.

Seperti diketahui, banjir tersebut melanda akibat cuaca ekstrim yakni curah hujan yang tinggi hingga terus menurus mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, dinataranya di Kampung Gaga Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga.

Kholid Ismail mengatakan terkait warga yang terdampak banjir di Kampung Gaga Desa Tanjung Pasir, ia meminta salah satu wilayah daerah pilihnya itu dicari solusi yang cepat dan akurat.

Kholid meyakini dalam wakti dekat akan segera teratasi lantaran pada saat melakukan peninjauan pihak developer turut serta kelapangan guna mengecek secara utuh.

“Alhamdulillah kami bersama pihak bersedia menemani untuk mencari solusi. Disamping itu, terkait adanya keluhan dari warga terdampak banjir dan ini mesti dicari solusi yang cepat dan akurat,” papar Kholid kepada wartawan, Senin (14/2/2022).

Selain faktor cuaca ekstrim, Kholid pun mengakui ada pengaruh sedikit dengan kondisi proses dari pihak developer. Namun, menurutnya bukan karena unsur kesengajaan malah saat terjun melakukan dialog dengan warga setempat ternyata masyarakat dengan suport dan menerima.

“Dampak dari suatu pembangunan itu memang ada, tapi bukan berarti pihak developer ini melakukan kesengajaan, saya melihat sudah mulai ada perkembangan yang baik warga suport dan mau menerima. Insyallah juga akan segera diambil solusi supaya warga tidak kelamaan mengalami banjir ini,” papar Kholid.

Sementara itu, perwakilan Manajamen Developer PIK2 Eman Sulaeman mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan dengan pemerintah daerah untuk mengatasi genangan air di area pemukiman warga.

Kemudian ia membeberkan beberapa solusi dalam jangka pendek guna penyelesaian persoalan banjir yang menghantui warga setempat akibat cuaca ekstrim.

“Solusi kita dalam jangka pendek dengan cara membuat sodetan mengarahkan air yang tergenang dan membuat tanggung sementara. Kemudian opsi kedua akan memasang pompa-pompa penghisap air untuk supaya surut, besok kita mulai,” terang Eman.