Aplikasi Larisi Purworejo Akan Diterapkan Sebagai Alat Pembayaran Retribusi Pasar

PURWOREJO, Pelita.co,-Untuk mengoptimalisasi pendapatan asli daerah, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistika dan Persandian (Dinkominfostasandi)
Kabupaten Purworejo bersama Doku, layanan dompet digital, menyelenggarakan Workshop Layanan Retribusi Aplikasi Larisi Purworejo, di Hotel Grand Dafam Signature Kulon Progo, Yogyakarta pada Kamis (25/5/23)

Acara Workshop dihadiri oleh Kadin Kominfostasandi Yudhie Agung Prihatno, serta beberapa pimpinan perangkat daerah diantaranya Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Rita Purnama, Kadin KUKMP Gathot Suprapto, Kadin Porapar Stephanus Aan Isa Nugroho, Kadin LHP Wiyoto Harjono, Kadin Perhubungan Heri Raharjo, serta hadir pula para pengelola pasar dan Rachma Kandiani selaku Pengembang Aplikasi Larisi Purworejo dari PT.Nusa Satu Inti Artha (DOKU).

Yudhie Agung menyampaikan, Dinkominfostasandi, DOKU dan DINKUKMP akan mengembangkan Aplikasi Larisi Purworejo sebagai sarana pembayaran retribusi pasar. Harapannya aplikasi Larisi Purworejo menjadi budaya baru di pasar-pasar Kabupaten Purworejo yang tentunya akan meningkatkan kualitas pelayanan yang ada.

Sementara Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Nurfiana yang mewakili Bupati menjelaskan pada tahun 2022, pemerintah Kabupaten Purworejo telah melaunching aplikasi Larisi Purworejo. Aplikasi ini merupakan platform e-money yang dapat digunakan untuk bertransaksi online oleh masyarakat.

Kini aplikasi Larisi Purworejo akan diimplementasikan sebagai alat pembayaran retribusi pasar yang saat ini masih menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC). Penagihan dan pembayaran retribusi pasar masih dilakukan melalui petugas yang hanya pada jam operasional, hal tersebut menimbulkan resiko selisih pembayaran dan tagihan akibat dari proses manual.

“Keberhasilan implementasi aplikasi Larisi Purworejo untuk retribusi pasar memerlukan dukungan dan kerja sama semua pihak, tidak hanya Dinkominfostasandi dan Doku, tetapi juga Dinas KUKMP dan OPD yang lain”, jelas Nurfiana pada acara workshop tersebut.

Sementara itu Kadin KUKMP dan para kepala perangkat daerah mendukung dan menyambut baik upaya optimalisasi aplikasi Larisi Purworejo ini.

Sebelum kegiatan workshop, pada hari yang sama, telah dilakukan study referensi dengan obyek Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo Yogyakarta guna melihat implementasi pembayaran retribusi pasar dan berbagai transaksi yang sudah menggunakan aplikasi e-money.

Dari studi ini, diperoleh gambaran real bahwa digitalisasi pasar dapat dilakukan dengan baik. Namun proses perubahan ini juga perlu dukungan sosialisasi, baik kepada pedagang, maupun warga masyarakat agar menerima dan terbiasa dengan budaya cashless.

Workshop ditutup dengan penandatanganan Komitmen Digitalisasi Layanan Retribusi Pemerintah Kabupaten Purworejo oleh OPD terkait.