PURWOREJO, pelita.co – PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo akan menggelar program potongan biaya pemasangan sambungan baru sebesar Rp300.000 mulai 1 Ramadhan hingga akhir bulan Syawal.
Direktur PDAM Tirta Perwitasari Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, mengatakan program tersebut merupakan upaya mendorong masyarakat yang sudah terjangkau jaringan air bersih agar segera memanfaatkan layanan PDAM.
“Untuk kegiatan bulan depan, kami mengadakan potongan pemasangan baru Rp300.000 mulai 1 Ramadhan sampai akhir Syawal. Ini kesempatan bagi masyarakat yang selama ini sudah masuk jaringan teknis, tapi belum berlangganan,” ujar Hermawan.
Menurutnya, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah pelanggan aktif, terutama di wilayah yang masih memiliki kapasitas menganggur (idle). Beberapa kecamatan yang menjadi perhatian antara lain Grabag, Butuh, Kemiri, dan Pituruh. Sementara untuk program diskon ini berlaku di seluruh cabang, kecuali Loano.
“Targetnya tentu sebanyak-banyaknya, karena masih ada kapasitas idle. Terutama di Grabag dan Butuh, itu kebutuhannya cukup besar. Potensi pelanggan di sana masih bisa ribuan,” jelasnya.
Hermawan menambahkan, momentum Ramadhan dan Syawal dipilih karena banyak warga perantauan yang pulang kampung dan berencana menetap atau membangun rumah di Purworejo.
“Biasanya setelah mudik, ada yang ingin memasang air karena mau ditempati atau untuk orang tua di rumah. Ini kami fasilitasi dengan harga yang lebih ringan dan proses yang mudah,” katanya.
Ia menegaskan, di era sekarang sangat disayangkan jika rumah tangga belum memanfaatkan layanan air perpipaan. Selain lebih praktis, kualitas air PDAM juga terjamin dan diawasi secara berkala.
“Kami memberikan harga yang murah, pelayanan mudah, dan kualitas air yang bagus. Sangat disayangkan kalau di zaman sekarang masih belum menggunakan air PDAM, padahal jaringannya sudah ada,” tegasnya.
Selain program diskon, PDAM Tirta Perwitasari juga terus melakukan peningkatan pelayanan. Salah satunya di wilayah Kutoarjo dengan penambahan pompa cadangan.
“Sekarang kami menambah pompa cadangan di Kutoarjo. Jadi dalam satu instalasi pengolahan tidak hanya mengandalkan satu pompa, tetapi ada cadangan. Dengan sistem pergantian, ini bisa mengurangi tingkat gangguan (trouble),” jelas Hermawan.
Perbaikan juga dilakukan di wilayah Simbarjoyo, serta sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan pada 2026 mendatang.
Pada tahun 2026, PDAM menargetkan optimalisasi pelayanan di wilayah yang masih memiliki kapasitas idle seperti Grabag, Butuh, Kemiri, dan Pituruh, serta memastikan wilayah dalam Kota Purworejo yang sudah terjangkau jaringan tidak ada lagi yang belum terlayani.
“Jangan sampai jaringan sudah ada, tapi tidak dimanfaatkan. Ujungnya tentu pelayanan air bersih bagi masyarakat harus tercukupi,” ujarnya.
Menurut Hermawan, ketersediaan air bersih juga berperan penting dalam mendukung kesehatan masyarakat, mencegah penyakit akibat kekurangan air bersih, serta mendukung upaya penurunan stunting.
“Air bersih itu kebutuhan dasar. Kalau tercukupi, dampaknya besar untuk kesehatan masyarakat dan mendukung visi-misi Bupati Purworejo,” pungkasnya.