Pendampingan Maintenance Sel Surya untuk Mendukung Keberlanjutan Energi pada Kapal Nelayan di Kepulauan Karimunjawa

Tim dosen Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan perawatan dan maintenance sistem sel surya pada kapal nelayan di Kepulauan Karimunjawa, Senin (7/9/2026).

KARIMUNJAWA, pelita.co – Pemanfaatan energi terbarukan di sektor perikanan terus mendapat perhatian. Tidak sekadar menghadirkan teknologi, kemampuan masyarakat dalam merawat dan menjaga keberlangsungan perangkat menjadi bagian penting agar inovasi tersebut benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Hal inilah yang dilakukan tim dosen Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan perawatan dan maintenance sistem sel surya pada kapal nelayan di Kepulauan Karimunjawa, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat pesisir terhadap teknologi energi terbarukan. Para nelayan tidak hanya dikenalkan pada penggunaan perangkat, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu melakukan pemeriksaan serta perawatan secara mandiri.

Tim pengabdian berangkat dari Purworejo pada Ahad (6/9/2026). Kegiatan dipimpin Dr. Arif Susanto, M.Pd., bersama Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., Dwi Jatmoko, M.Pd., Widiyatmoko, M.Pd., Aci Primartadi, M.Pd., Eko Nurahmad, M.Pd., dan Mike Elly Anitasari, M.Pd.

Tim turut didampingi laboran otomotif Khoirul Mualif, S.Pd.T., serta mahasiswa Slamet Riyadi.

Setibanya di Karimunjawa pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB, tim langsung melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para nelayan di kawasan dermaga. Dari kegiatan tersebut, pendampingan kemudian diarahkan pada pemeriksaan dan perawatan sistem sel surya yang digunakan pada kapal nelayan.

Baca Juga: Wamendagri Bima Dorong Penguatan Peran Pemda dalam Reforma Agraria

Materi pendampingan meliputi pengenalan komponen sistem sel surya, pemeriksaan kondisi instalasi, kebersihan panel, pengecekan sambungan dan kabel, hingga langkah-langkah perawatan sederhana yang dapat dilakukan secara berkala.

Para nelayan juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mendeteksi gangguan sejak dini. Dengan pemeriksaan rutin, potensi kerusakan pada komponen maupun instalasi kelistrikan diharapkan dapat diketahui lebih cepat sehingga tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Kaprodi Pendidikan Teknik Otomotif, Dwi Jatmoko, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada pemberian bantuan berupa perangkat teknologi.

“Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk merawat teknologi yang sudah digunakan. Kami mungkin tidak memberikan barang atau perangkat sel surya, tetapi kami ingin memberikan sesuatu yang dapat terus digunakan, yaitu pengetahuan tentang bagaimana melakukan maintenance dan menjaga agar teknologi tersebut dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Dwi, keberadaan teknologi energi terbarukan akan memberikan manfaat lebih besar apabila masyarakat sebagai pengguna memiliki kemampuan untuk melakukan perawatan secara tepat.

Apalagi, lingkungan kapal dan kawasan pesisir memiliki tantangan tersendiri. Paparan air laut, kadar garam, kelembapan tinggi, serta perubahan cuaca dapat memengaruhi kondisi panel, kabel, sambungan, maupun komponen kelistrikan lainnya.

Baca Juga: Mendagri Minta Kepala Daerah di NTT Segera Gunakan Bantuan Presiden untuk Penanganan Pascagempa

Karena itu, pemahaman mengenai maintenance menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem sekaligus memperpanjang usia pemanfaatan teknologi.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pendidikan Teknik Otomotif UMP memperkenalkan teknologi terapan energi terbarukan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pengetahuan tentang energi surya, sistem kelistrikan, pemeriksaan komponen, dan perawatan menjadi kompetensi yang semakin penting seiring berkembangnya teknologi transportasi dan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

Tidak hanya bagi masyarakat, kegiatan pengabdian ini juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama di bangku kuliah sekaligus belajar memahami persoalan teknis yang dihadapi masyarakat.

Interaksi langsung dengan nelayan juga memberikan pengalaman dalam mengidentifikasi kebutuhan, berkomunikasi dengan pengguna teknologi, hingga merumuskan solusi yang sederhana namun aplikatif.

Tim berharap pendampingan tersebut dapat menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian teknologi bagi masyarakat nelayan di Karimunjawa. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan perawatan, pemanfaatan energi surya diharapkan tidak hanya berlangsung efektif dan efisien, tetapi juga dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Muhammadiyah Purworejo untuk terus menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi tim pengabdian, keberhasilan teknologi bukan hanya ketika sebuah perangkat berhasil diterapkan, tetapi ketika masyarakat mampu memahami, merawat, dan memanfaatkannya secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.