MANGGARAI NTT, Pelita.co- Jurnalis Manggarai yang tergabung di dalam Persatuan Jurnalis Manggarai (PRISMA) mewujudkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan melakukan aksi membersihkan pasar inpres Ruteng. Sabtu 7 Februari 2026
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 yang jatuh pada Senin 9 Februari 2026
PRISMA merayakan HPN ini selama 3 hari sejak 7 hingga 9 Februari dengan sejumlah agenda yang ditutup dengan kegiatan workshop di hari puncak
Aksi membersihkan pasar Inpres Ruteng ini melibatkan sejumlah institusi dan lembaga pendidikan seperti Kodim 1612 Manggarai, Rutan Kelas IIB Ruteng, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Manggarai, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unika Santu Paulus Ruteng dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya Ruteng, serta Organisasi Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan di kota Ruteng
Kolaborasi Jurnalis dan beberapa lembaga ini berhasil membersihkan sampah di pasar yang berada di tengah kota Ruteng ibukota kabupaten Manggarai itu yang sebelumnya berserakan di jalan dan area pasar
Bau menyengat tidak dipedulikan, Semua tampak berjibaku membersihkan pasar yang menjual berbagai jenis barang dagangan tersebut
Sampah plastik dan jenis lainnya menumpuk di saluran drainase atau got dan si depan stan yang memberikan gambaran ketidak pedulian masyarakat pelaku pasar Inpres Ruteng akan kebersihan lingkungan
Air limbah pasar dengan aroma bau busuk tampak menggenangi sejumlah got yang juga dipenuhi sampah tanpa dibersihkan dan dibiarkan saja
Saat dilakukan pembersihan, beberapa pedagang di sekitar lokasi bersikap apatis. Mereka hanya menonton ketika sampah milik mereka dibersihkan
Ketua panitia HPN 2026, Ambros Jatam mengatakan bahwa peran pers tidak hanya sebatas pada narasi pemberitaan namun juga hadir sebagai solutif dengan langkah nyata semacam ini
Kondisi pasar Inpres Ruteng yang tidak terurus dari sisi kebersihan itu menjadi alasan aksi bersih bersih PRISMA
“Kami melihat situasi Pasar Inpres Ruteng begitu memprihatinkan,” ungkapnya pada Sabtu, 7 Januari 2026.
Ia mengatakan, sampah yang berserakan dan dibiarkan begitu saja membuat wajah Pasar Inpres semakin buruk
Apabila dibiarkan terus maka pasar ini menurutnya pasar tersebut tidak lebih hanya sebagai ‘gudang sampah’ yang dipaksakan jadi tempat jual-beli
Namun Ambros berpendapat, masalah sampah adalah tanggungjawab semua pihak
“Kita melihat sampah di pasar terlalu banyak. Dengan begitu, masalah sampah adalah tugas bersama,” terangnya.
Ambros juga mendorong para pedagang agar mempunyai rasa memiliki terhadap tempat mereka mengais rezeki. Apatis menurutnya adalah sikap yang salah
Pasar yang bersih tambahnya menjadikan aktivitas pasar berjalan baik
“Apabila pasar bersih, aktivitas jual-beli lebih terasa nyaman,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai agar menyediakan alat kebersihan pendukung di area pasar
Tidak hanya itu, pemerintah juga didorong untuk selalu memantau kondisi pasar agar tidak terjadi potensi pencemaran tanah, air, dan udara akibat aktivitas pasar
“Lalu wajib memberikan penyuluhan bagi pelaku pasar yang malas tahu untuk memulai pola perilaku hidup bersih,” terang Ambros.
Sementara Helena Donisia Yosoa, guru SMA Karya Ruteng yang ikut dalam aksi tersebut berpendapat bahwa menjaga kebersihan pasar sangat penting bagi kehidupan masyarakat
Menurutnya pasar yang kotor akan berdampak kebersihan dan kualitas barang jualan
“Jika pasarnya kotor, bisa mempengaruhi kualitas dan keselamatan makanan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari,” kata Helena
Lebih lanjut Helena katakan, menjaga kebersihan pasar bukan sekadar tampilannya yang rapi, melainkan tentang kesehatan masyarakat dan lingkungannya
Maria Kornelia, salah satu pengunjung mengaku tidak nyaman ketika datang ke pasar
Meksi kondisinya begitu, ia terpaksa harus ke Pasar Inpres Ruteng untuk berbelanja kebutuhan rumah
“Karena ini saja pusat jual bahan makanan makanya terpaksa ke sini saja,” ujar Maria
Kebersihan pasar menurutnya adalah pedagang ataupun pengelola pasar
Namun, Ia mengapresiasi dan menyambut baik bila ada komunitas maupun relawan yang turut peduli terhadap kondisi pasar sebab kalau maka akan kotor dan bau terus
“Kalau tidak dibersihkan pasti kotor terus, apalagi memasuki musim hujan seperti sekarang jelas akan muncul bau di mana-mana,” tegasnya.