Pelita.co – Bertepatan dengan Hari Buku Nasional, PTPN IV PalmCo melaksanakan sejumlah program literasi yang menyasar anak-anak di wilayah perkebunan dan daerah terdampak bencana. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sub-holding perkebunan ini menyalurkan bantuan buku bacaan dan menyediakan fasilitas rumah baca untuk masyarakat.
Salah satu penyaluran bantuan dilakukan dengan menyerahkan 200 eksemplar buku bacaan bagi santri di Pesantren (Dayah) Asasul Huda, Desa Meunasah Tunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Bantuan ini ditujukan agar anak-anak yang berada di daerah memiliki bahan bacaan yang memadai.
Tgk. H. Marzuki M. Ali, perwakilan Yayasan Dayah Asaasul Huda, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, pembaruan koleksi buku bacaan sangat diperlukan untuk menjaga antusiasme belajar para santri di tengah keterbatasan akses fisik menuju perpustakaan daerah.
“Kami mengapresiasi perhatian dari PTPN IV PalmCo terhadap pendidikan anak-anak di Meunasah Tunong. Kehadiran buku-buku baru ini membantu memotivasi santri kami untuk lebih rutin membaca. Bagi kami, bantuan ini merupakan sarana pendukung yang insyaallah akan menjadi ilmu sangat bermanfaat untuk memperluas wawasan mereka di luar kurikulum harian,” ujar Tgk. H. Marzuki.
Selain distribusi buku secara langsung, PTPN IV PalmCo juga mengelola fasilitas literasi yang bersifat permanen dan terintegrasi dengan sarana pendidikan di lingkungan perusahaan. Fasilitas rumah baca ini disediakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang dikelola perusahaan. Keberadaan rumah baca tersebut bersifat inklusif, yakni dapat diakses oleh anak-anak karyawan maupun anak-anak masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan.
Beberapa contoh fasilitas yang telah berjalan optimal berada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Di antaranya adalah rumah baca di TK Mariani, Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, serta rumah baca di TK Kenanga, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau. Dengan menempatkan rumah baca di lingkungan pendidikan anak usia dini, perusahaan berharap dapat membantu memupuk kebiasaan membaca sejak usia dini.
Di sisi lain, upaya peningkatan minat baca juga dilakukan dalam situasi darurat melalui peran komunitas perempuan perusahaan, Srikandi PalmCo. Saat terjadi bencana hidrologis yang melanda sejumlah titik di Aceh dan Sumatera beberapa waktu lalu, Srikandi PalmCo turut bergerak memberikan dukungan psikososial melalui literasi.
Komunitas ini menyalurkan belasan boks berisi ratusan buku bacaan anak-anak ke lokasi-lokasi terdampak. Langkah ini dimaksudkan sebagai bagian dari program trauma healing, agar anak-anak yang berada di pengungsian tetap memiliki aktivitas edukatif dan hiburan yang positif meski dalam situasi sulit.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa dukungan perusahaan terhadap sarana literasi merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada pilar sosial dan pengembangan kemasyarakatan.
“Peringatan Hari Buku Nasional kami jadikan sebagai momentum untuk meninjau kembali sejauh mana perusahaan dapat berkontribusi dalam mendukung akses pendidikan di wilayah operasional. Melalui penyediaan sarana rumah baca dan distribusi buku yang dilakukan secara berkala, baik oleh perusahaan maupun melalui inisiatif seperti Srikandi PalmCo, kami berharap dapat memberikan dukungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” tutur Jatmiko.
Ia menambahkan bahwa ke depannya, PTPN IV PalmCo akan terus melakukan pemetaan kebutuhan sarana literasi di regional-regional lain. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan pendidikan anak-anak di daerah.(rls)