Empat Pengungkit Jadi Strategi Dongkrak Pariwisata Purworejo

PURWOREJO,pelita.co,– Pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Purworejo terus didorong agar mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi wisata alam, budaya, hingga ekonomi kreatif yang dimiliki daerah dinilai perlu dikemas secara lebih strategis agar mampu menarik lebih banyak wisatawan.

Upaya tersebut mengemuka dalam Sarasehan Wisata bertema “Strategi Mendongkrak Pariwisata Daerah” yang digelar di Ruang Arahiwang, Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Purworejo, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Wisata tersebut juga diramaikan dengan pameran bazar UMKM unggulan serta peluncuran Sekaran Hills, destinasi wisata alam baru di kawasan Sedayu.

Mewakili Kementerian Pariwisata, Plt. Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BOB), Novita Dwihapsari, menyebut terdapat empat hal penting yang harus menjadi pengungkit pengembangan pariwisata Purworejo.

Keempatnya yakni visibilitas destinasi, konektivitas, pengemasan potensi menjadi produk wisata, serta kolaborasi lintas sektor.

Menurut Novita, berbagai potensi wisata yang dimiliki Purworejo tidak akan memberikan dampak maksimal apabila belum dikenal secara luas. Karena itu, promosi dan peningkatan visibilitas destinasi menjadi bagian penting dalam menarik perhatian calon wisatawan.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Wisata Sunyi dan Alami di Dieng

Di sisi lain, visibilitas tersebut harus didukung konektivitas yang baik. Kemudahan akses menuju destinasi akan menentukan kenyamanan wisatawan sekaligus membuka peluang semakin banyaknya kawasan yang dapat dikunjungi.

“Potensi yang ada perlu dikemas menjadi produk wisata yang menarik sehingga memiliki nilai jual dan mampu memberikan pengalaman bagi wisatawan,” kata Novita.

Ia menilai, pengembangan pariwisata juga tidak cukup dilakukan dengan membangun destinasi secara terpisah. Berbagai objek wisata yang ada perlu dirangkai dalam sebuah pola perjalanan atau travel pattern sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan dan alasan untuk tinggal lebih lama di Purworejo.

“Harapannya, sarasehan seperti ini terus membuka ruang dialog dan menjadi titik tolak terwujudnya sinergi nyata dalam pengembangan pariwisata ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi mengapresiasi pelaksanaan sarasehan tersebut. Menurutnya, posisi geografis Purworejo yang strategis dan semakin berkembangnya infrastruktur transportasi harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pariwisata.

Dion menegaskan, pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan pembangunan objek wisata. Infrastruktur pendukung, kualitas sumber daya manusia, hingga kelengkapan amenitas juga harus mendapat perhatian secara bersamaan.

Baca Juga: 38 Kontingen Ramaikan Karnaval Purworejo Berseri 2026, Kreativitas Jadi Penutup Semarak HUT RI

“Pengembangan pariwisata harus menyentuh berbagai aspek secara paralel, mulai dari pembenahan infrastruktur pendukung, peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, hingga kelengkapan amenitas,” tegasnya.

Ia berharap pengembangan tersebut mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian, terutama dengan semakin banyaknya pelaku UMKM dan masyarakat lokal yang terlibat dalam aktivitas pariwisata.

Pandangan mengenai pentingnya kolaborasi juga disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Soni Nopembri. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan destinasi melalui konsep kolaborasi pentahelix.

Perguruan tinggi, kata dia, dapat mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi alam dan budaya menjadi produk wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan ekonomi.

Ketua Bagelen Institute, Supriyono, menambahkan bahwa peluncuran Sekaran Hills dan pameran UMKM menjadi contoh konkret kolaborasi yang dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, Purworejo memiliki wilayah yang luas dengan beragam potensi wisata. Sejumlah kawasan di bagian utara, seperti Loano, Bruno dan Pituruh, maupun wilayah lainnya, dinilai memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Dengan potensi tersebut, Purworejo memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penyangga kawasan pariwisata nasional Borobudur.

Penguatan promosi, konektivitas, kualitas produk wisata dan kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menjadikan pariwisata Purworejo semakin berdaya saing.

Tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pengembangan tersebut juga diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperluas perputaran ekonomi di tingkat masyarakat.

Dengan konsistensi dan kolaborasi berbagai pihak, sektor pariwisata Purworejo diharapkan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.